SketsaNusantara.id - Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu angkat bicara mengenai ribuan kayu gelondongan yang hanyut terbawa banjir di wilayah Sumatera Utara.
Masinton Pasaribu menegaskan, ribuan kayu gelondongan yang hanyut terbawa banjir di Sumatera Utara merupakan hasil illegal logging atau penebangan liar.
Hal tersebut disampaikan Masinton Pasaribu saat berkoordinasi dengan anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka melalui sambungan telepon.
“Saya pastikan illegal,” ujar Masinton Pasaribu saat ditanya Rieke Diah Pitaloka seperti dilansir SketsaNusantara.id dari Instagram @undercover.id.
Mantan anggota DPR RI periode 2014-2019 ini juga menambahkan, kayu-kayu di kawasan perbukitan juga dibabat untuk kemudian dialihfungsikan sebagai perkebunan sawit.
“Pembabatan hutan, di daerah perbukitan juga, kayu-kayu ditebangin, kemudian lahannya diganti tanaman sawit,” terangnya.
Baca Juga: Update Data Korban Bencana Banjir dan Longsor Sumatera, 166 Orang di Sumut Meninggal Dunia
Masinton Pasaribu menjelaskan, pihaknya selama ini terus melakukan koordinasi dengan Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara dan mengalami sejumlah kendala.
“Kami juga intens koordinasi sama Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara, namun mereka juga mengalami kendala untuk mobilitasi personil,” imbuhnya.
Saat ini, ungkap Masinton, pihaknya tengah membuat moratorium untuk menghentikan penanaman tanaman sawit di kawasan perbukitan.
Pernyataan Masinton Pasaribu ini berbeda dengan apa yang disampaikan Direktorat Jenderal Penegakkan Hukum Kementerian Kehutanan (Dirjen Gakkum Kemenhut), Dwi Januanto.