SketsaNusantara.id - Banjir besar yang menerjang Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat sejak 24 November 2025 telah menelan ratusan korban.
Selain memakan korban jiwa dan ratusan orang masih dinyatakan hilang, ribuan orang juga terdampak banjir dan longsor di Sumatera.
Berdasarkan data yang dihimpun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban jiwa maupun orang hilang menjadi yang tertinggi dibanding 2 provinsi lainnya.
Wilayah di Sumatera Utara yang paling terdampak yakni Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan dan Kota Sibolga.
Dikutip SketsaNusantara.id dari akun X @BNPB_Indonesia, banjir di Sumatera Utara (Sumut) telah menelan 166 korban jiwa.
Tak hanya itu, 143 orang juga masih dinyatakan hilang dalam laporan per tanggal 29 November 2025.
Data tersebut meningkat jika dibandingkan laporan BNPD pada Jumat sore, 28 November 2025.
Pada 28 November 2025, korban meninggal dunia di Sumatera Utara mencapai angka 116 orang dan 42 orang lainnya masih terus dalam pencariaan.
Dikutip dari akun X @perupadata, korban di Sumatera Utara banyak berasal dari 3 wilayah di atas, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan dan Sibolga.
Sementara itu, di Aceh korban meninggal karena banjir di kota Serambi Mekkah tersebut berjumlah 25 orang.
Artikel Terkait
Pembentukan Tim Reformasi Polri Internal Dipertanyakan Ray Rangkuti, Muncul Dugaan Penghambatan Komisi Presiden dan Sorotan soal Waktu Pembentukan
Setelah Bebas dari Rutan KPK, Ira Puspadewi Hadapi Rekening Diblokir dan Mengaku Bertahan dari Bantuan Teman untuk Kebutuhan Makan
Polres Jember Mulai Terapkan Tilang Elektronik per Desember 2025, Ini Kelengkapan Kendaraan yang Harus Disiapkan
Bebas Usai Terima Rehabilitasi, Eks Dirut ASDP Ira Puspadewi Bagikan Perjalanan Spiritualnya saat di Penjara
Minimarket hingga Gudang Bulog di Tapanuli Tengah dan Sibolga Jadi Sasaran Penjarahan, Diduga Karena Bantuan Tak Kunjung Datang