SketsaNusantara.id – Para akademisi dan peneliti dari berbagai negara berkumpul dalam forum internasional, untuk mengupas keterhubungan antara Islam Nusantara, perkembangan ilmu pengetahuan, dan isu keberlanjutan lingkungan.
Gelaran bertajuk International Conference on Islam Nusantara (ICNARA) 2025 ini, mengupas berbagai ilmu pengetahuan dan nilai-nilai pesantren.
Rektor UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Prof. Hepni mengatakan sedikitnya ada 5 nilai utama dalam kehidupan pesantren yakni keikhlasan, kesederhadaan, kemandirian, persaudaraan dan kebebasan.
Baca Juga: Bedah Buku dan Dialog Lintas Agama UIN KHAS Jember: Merawat Bumi dalam Bingkai Moderasi Beragama
Hal ini menjadi pondasi yang kuat dalam membangun pendidikan islam yang berkelanjutan.
"Pesantren merupakan tradisi kehidupan yang senantiasa menjaga harmoni antara keyakinan dan ilmu, antara nilai-nilai luhur tradisi dan tantangan kontemporer," ujarnya, Senin 17 November 2025.
Ia menerangkan, pesantren menjadi ruang pembelajaran keilmuan dan juga sebagai penjaga kelestarian budaya serta bumi.
Baca Juga: Cegah Pernikahan Dini, Mahasiswa UIN KHAS Jember Berikan Konseling ke Puluhan Remaja Banyuwangi
"Pesantren bukan hanya tempat untuk beribadah, tetapi juga tempat untuk belajar menjaga bumi sebagai manifestasi cinta kepada Sang Pencipta," imbuhnya.
Sementara itu, Prof Khusna Amal menyampaikan jika ICNARA ini menjadi salah satu wadah dialog untuk memperkuat Islam Nusantara.
"Hal ini menjadi kajian yang sangat menarik, karena akan menghubungkan sains dengan tradisi lokal," paparnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Sekretariat Negara H Juri Ardiantoro mengungkapkan jika pesantren memiliki peran yang strategis sebagai penggerak peradaban dan penguatan ketahanan sosial.
"Dalam hal ini, pesantren memiliki peran yang sangat besar. Karena kehidupan pesantren mampu beradaptasi dengan perkembangan sosial saat ini, ditambah sebagai penggerak peradaban," sambungnya.***