Minggu, 19 Juli 2026

UIN KHAS Jember Usung Tema Besar Ekoteologi dalam Acara PBAK 2025

Photo Author
Gita Pamuji, Sketsa Nusantara
- Selasa, 19 Agustus 2025 | 13:02 WIB
Suasana saat acara PBAK 2025 di kampus UIN KHAS Jember (SketsaNusantara.id/ Gita Pamuji)
Suasana saat acara PBAK 2025 di kampus UIN KHAS Jember (SketsaNusantara.id/ Gita Pamuji)

SketsaNusantara.id- Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember resmi menggelar Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2025 pada 19–22 Agustus 2025. Dalam acara tersebut, kampus UIN KHAS mengangkat tema besar “Ekoteologi: Kritik Tehadap Kapitalisme Ekologis dalam Wacana Pembangunan Global”.

Wakil Rektor III UIN KHAS Jember, Dr. Khoirul Faizin, dalam laporannya menyampaikan bahwa tema iru merupakan pengejawantahan dari Dasa Cita Rektor poin ke-8. Yakni Green and Smart Campus.

“Sekaligus selaras dengan asta protas Kementerian Agama mengenai penguatan ekoteologi,” katanya, Selasa 19 Agustus 2025.
 
Baca Juga: Datangkan 2 Pakar Riset Universitas Brawijaya, Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember Tingkatkan Ilmu Pengetahuan 

Ketua DEMA U UIN KHAS Jember, Zainul Ansori dalam sambutannya juga mengingatkan ancaman nyata bagi alam yang kerap dibungkus jargon kemajuan, modernisasi, dan pertumbuhan ekonomi.

“Di balik wajah indah itu tersembunyi praktik eksploitasi yang menjadikan bumi sekadar komoditas,” ujarnya.

“Hari ini, kita hidup di tengah arus besar bernama pembangunan global yang datang dengan jargon kemajuan, modernisasi, serta pertumbuhan ekonomi. Namun, di balik reklame indah tersebut, ada satu hal yang sengaja tidak diperlihatkan, yakni kapitalisme ekologis: sistem yang menjadikan bumi sebagai komoditas; hutan sebagai laporan investasi; sungai sebagai pembuangan limbah industri,” tambahnya.
 
Baca Juga: Lepas Ratusan Tukik dan Burung ke Pantai Papuma, Perhutani Jember: Ini Langkah Nyata Menjaga Ekosistem Alam

Dia juga mengingatkan, kemajuan tanpa kelestarian hanyalah bentuk kehancuran yang tertunda.

“Jika kapitalisme ekologis menyatakan dirinya sebagai jargon kemajuan, maka kita harus menyatakan bahwa kemajuan tanpa kelestarian hanyalah kehancuran yang ditunda,” paparnya.

Sementara itu, Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. Hefni Zain, menekankan pentingnya pembentukan karakter mahasiswa baru. Dia memperkenalkan konsep mahasiswa DIVA, yang merupakan akronim dari Dedikatif, Inovatif, Visioner, dan Adaptif.
 
Baca Juga: 3 Fakta Museum Huruf di Jember, Peninggalan Sejarah ini Masih Jarang Diketahui Orang dan Satu-satunya di Indonesia!

“Mahasiswa baru UIN KHAS Jember harus menjadi DIVA. Dedikatif artinya punya komitmen dan kesetiaan untuk mengabdi tanpa pamrih pada bangsa, agama, dan masyarakat,” ungkapnya.

“Inovatif berarti selalu memunculkan kreativitas baru, tidak sekadar menerima keadaan apa adanya. Visioner adalah mampu melihat jauh ke depan, berpikir untuk kemajuan kampus dan bangsa. Dan terakhir, Adaptif, yakni mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman serta memberi solusi atas problem kemanusiaan, kemiskinan, keterbelakangan, dan ketertindasan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, sebanyak 2.466 mahasiswa baru mengikuti kegiatan ini dengan rincian: Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora 160 mahasiswa; Fakultas Syariah 344 mahasiswa; Fakultas Dakwah 356 mahasiswa; Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam 502 mahasiswa; serta Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) 1.104 mahasiswa.***
 
 

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X