SketsaNusantara.id - Dua pakar riset Universitas Brawijaya (UB) Malang datang ke kampus Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, untuk menularkan ilmu ke jajaran dosen di Fakultas Dakwah.
Diketahui, dua narasumber itu adalah Muhammad Afif Alhaf dan Sumi Lestari yang dikenal sebagai pakar psikologi dan metodologi penelitian dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP).
Keduanya memberikan materi saat program Short Course Metodologi Penelitian kuantitatif dan kualitatif di Gedung BEC UIN KHAS Jember, Selasa 13 Agustus 2025 lalu.
Baca Juga: Luncurkan Ikrar Griya Moderasi Beragama, UIN KHAS Jember Tegaskan Aksi Nyata Moderasi Lintas Agama
Pertukaran ilmu yang diberikan oleh dua pakar riset ini mendapatkan respon dari Dekan Fakultas Dakwah, Fawaizul Umam yang menyampaikan bahwa ilmu yang ditularkan kepada dosen di Faukltas Dakwah ini menjadi hal yang penting.
Pasalnya, penguasaan metodologi merupakan hak yang vital dalam melakukan riset baik menggunakan pendekatan kuantitatif maupun kualitatif.
“Kompetensi yang kemarin diberikan kepada dua dosen UB ini menjadi hal yang penting, karena mendukung pengembangan dan mata analisis dalam ilmu pengetahuan,” ujarnya saat dikondfirmasi pada Senin, 18 Agustus 2025 melalui sambungan telepon.
Baca Juga: Akademisi UIN KHAS Jember Tanggapi Fenomena Kelangkaan BBM
Kegiatan tersebut bukan hanya sebagai tukar ilmu pengetahuan, melainkan sebagai langkah untuk penyegaran agar bisa menunjang penelitian para dosen di sini.
Selain itu, Fawaizul Umam juga menerangkan bahwa langkah ini sebagai bentuk peningkatan keterampilan para dosen dalam melakukan penelitian nantinya.
“Itu memang penyegaran tetapi yang paling penting adalah meningkatkan keterampilan dalam melakukan penelitian, ditambah lagi bakal ada pelaksanaan serupa dikemudian hari,” paparnya.
Baca Juga: Istimewa! UIN KHAS Jember Jadi Tuan Rumah PKDP 2025
Dikonfirmasi terpisah, Ketua Panitia Short Course Metodologi Penelitian M Muhib Alwi menambahkan bahwa ini strategi Fakultas Dakwah untuk meningkatkan kualitas publikasi ilmiah dosen. Baik di jurnal nasional terakreditasi maupun jurnal nasional internasional bereputasi.
“Kami ingin dosen tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mahir dalam praktik. Sehingga penelitian yang dihasilkan nantinya bisa memiliki standar ilmiah yang tinggi,” paparnya.
Artikel Terkait
UIN KHAS Jember Tanam Seribu Mangrove di Pantai Cemara Puger, Gaungkan Aksi Nyata Selamatkan Pesisir di Hari Bumi 2025
9 Prodi di FTIK Masuk Daftar Program Beasiswa Indonesia Bangkit, UIN KHAS Jember Buktikan Diri Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Sistem Seleksi Elektronik Ujian Masuk UIN KHAS Jember Resmi Selesai, Wakil Rektor I: UM-Mandiri Segera Kami Buka
Istimewa! Ratusan ASN UIN KHAS Jember Jalani Reorientasi ala Retret Kabinet Merah Putih Prabowo Subianto
UIN KHAS Jember Gelar FGD Bersama Biro SDM Kemenag, Upaya Strategis Percepatan Kenaikan Jabatan Fungsional Dosen
Tambah 4 Guru Besar, Rektor UIN KHAS Jember: Ini Bentuk Penguatan Lembaga secara Keilmuan
Istimewa! UIN KHAS Jember Jadi Tuan Rumah PKDP 2025
Akademisi UIN KHAS Jember Tanggapi Fenomena Kelangkaan BBM
Luncurkan Ikrar Griya Moderasi Beragama, UIN KHAS Jember Tegaskan Aksi Nyata Moderasi Lintas Agama
Pasca Insiden Motor Hilang, 1.070 Mahasiswa KKN UNEJ dan UIN KHAS di Lumajang Diminta Pulang oleh Kampus, Netizen: Ngga Ada Satu Pun yang...