Jumat, 10 Juli 2026

3 Fakta Museum Huruf di Jember, Peninggalan Sejarah ini Masih Jarang Diketahui Orang dan Satu-satunya di Indonesia!

Photo Author
Iin Iffahnda Maharani, Sketsa Nusantara
- Senin, 18 Agustus 2025 | 14:30 WIB
Ilustrasi 3 fakta sejarah museum huruf di Jember, satu-satunya yang ada di Indonesia.  (Freepik.com/bearfotos)
Ilustrasi 3 fakta sejarah museum huruf di Jember, satu-satunya yang ada di Indonesia. (Freepik.com/bearfotos)


SketsaNusantara.id - Peninggalan sejarah di Indonesia memiliki keragaman dengan wujud nyata yang tersebar di seluruh kota seperti halnya di kota Jember.

Salah satu peninggalan sejarahnya adalah huruf-huruf lampau yang ada di museum huruf dan masih dijaga sebagai sarana untuk mengenal berbagai macam tulisan bersejarah.

Melansir dari akun tiktok resmi @IbrahimAl_Azzam, museum huruf ini terletak di jalan Bengawan Solo Nomor 27, Tegal Boto Lor, Sumbersari, Kabupaten Jember. Berikut ini merupakan fakta-fakta menariknya.

Baca Juga: Museum Unik di Jember: Destinasi Edukatif Penuh Aroma yang Menyimpan Cerita Daun Emas dan Kreasi Inovatif

1. Menyimpan Berbagai Jenis Huruf Bersejarah

Dikenal sebagai tempat benda bersejarah, museum ini dibuat khusus untuk menyimpan peninggalan sejarah seperti jenis-jenis aksara yang pernah digunakan masyarakat pada masa lampau.

Masyarakat yang datang ke museum ini dapat melihat-lihat huruf Jawa Kuno, Latin, Cina dan juga huruf Palawa yang masih tersimpan dengan rapi di sini.

Selain itu, ada berbagai panel bertuliskan huruf aksara yang dipampang secara runtut mulai dari aksara tertua di dunia hingga aksara yang digunakan masyarakat nusantara.

Baca Juga: Ramai Museum Koruptor di UGM, Netizen Nyinyir: Lebih Mirip Print Booth, Kok Banyak yang Belum Ditampilkan?

Aksara yang digunakan masyarakat nusantara, konon katanya menggunakan huruf Palawa, yaitu kurang lebih pada abad ke 5 M. Dan juga ada aksara Kawi yang digunakan pada abad ke 8 M.

Museum ini juga menyimpan aksara tertua yang ditemukan di Sumeria dan sudah berusia sekitar 2500 Masehi. Dan ada pula peninggalan aksara lain, yaitu dari peradaban Cina dan Mesir.

2. Memberikan Informasi Dialektik

Museum ini didirikan pada tanggal 30 Agustus 2017, dan merupakan museum huruf satu-satunya yang ada di Indonesia.

Tempat ini dapat memberikan informasi dialektik melalui keterangan yang kita dapatkan dari pengenalan huruf-huruf bersejarah secara langsung yang tersimpan di sana.

Dikutip melalui akun youtube resmi @QueenFaa, museum ini didirikan berkat adanya kegelisahan untuk melestarikan aksara Nusantara dan membuka ruang diskusi bagi generasi muda.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X