Sabtu, 18 Juli 2026

Ramai Museum Koruptor di UGM, Netizen Nyinyir: Lebih Mirip Print Booth, Kok Banyak yang Belum Ditampilkan?

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 26 Juni 2025 | 10:25 WIB
Museum Koruptor di UGM. (Instagram/yogyakarta.keras)
Museum Koruptor di UGM. (Instagram/yogyakarta.keras)

SketsaNusantara.id - Upaya membangun kesadaran publik tentang korupsi kini makin beragam, termasuk lewat pameran visual.

Namun, tak semua cara tersebut lolos dari kritik publik. Salah satunya terjadi pada gelaran Sound of Justice 2025 Goes to Campus di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, yang memicu perbincangan luas di media sosial.

Acara hasil kolaborasi Kejaksaan RI melalui platform Jaksapedia, FH UGM, dan DEMA Justicia ini bukan hanya menyuguhkan seminar, tapi juga menghadirkan pameran bertajuk “Museum Koruptor Indonesia: Museum Terlarang Para Mafia Negara.”

Baca Juga: KPK Periksa Pendakwah Khalid Basalamah Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Pameran ini menampilkan sejumlah tokoh yang terseret kasus korupsi besar di Indonesia dalam format galeri visual, dipasang di area parkiran utama depan Patung Dewi Keadilan FH UGM.

Namun, alih-alih hanya menjadi sarana edukasi, museum ini justru ramai setelah diunggah akun Instagram @yogyakarta.keras. Bukan karena desainnya yang luar biasa, melainkan karena reaksi publik yang justru menyentil balik inisiatif tersebut.

Lebih Mirip Print Booth daripada Museum

Baca Juga: Nadiem Makarim Penuhi Panggilan Kejagung Atas Dugaan Keterlibatan Korupsi Rp 9,9 Triliun, PUKAT UGM Ungkap Apa yang Akan Terungkap

Netizen pertama-tama menyasar soal tampilan pameran yang dianggap kurang impresif. “MUSEUM? lebih ke print booth sih ini,” tulis akun @patihXXX, menyindir ukuran dan format visual yang dipasang.

Pameran tersebut memang hanya berupa cetakan gambar-gambar tokoh dan kronologi kasus, bukan artefak atau ruang immersive sebagaimana museum pada umumnya.

Sementara akun lain mempertanyakan efektivitas pameran ini dalam konteks keadilan. “Wkwkwk, bikin museum koruptor, padahal yang aslinya lagi santai jalan-jalan di luar negeri,” tulis akun @ryXXX. Komentar ini disambut pengguna lain yang mengkritik lebih tajam. “PEJABATNYA GA TAU MALU... KELUARGANYA HARUSNYA MALU SIH,” tegas @yosXXX.

Baca Juga: Bantah Tak Kabur! Nadiem Makarim Hadir Pada Pemeriksaan di Kejagung Atas Dugaan Korupsi Rp 9,9 Triliun, Ungkap Beberapa Bantahan

Siapa yang Dipilih Tampil, Siapa yang Tidak?

Museum ini menampilkan tokoh seperti mantan Menkominfo Johny G. Plate (kasus BTS), Harvey Moeis (skandal nikel), dan Zarof Ricar (yang dijuluki “mafia peradilan”). Namun publik mempertanyakan kenapa tokoh-tokoh lain tak muncul.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Instagram @yogyakarta.keras

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X