SketsaNusantara.id - Upaya membangun kesadaran publik tentang korupsi kini makin beragam, termasuk lewat pameran visual.
Namun, tak semua cara tersebut lolos dari kritik publik. Salah satunya terjadi pada gelaran Sound of Justice 2025 Goes to Campus di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, yang memicu perbincangan luas di media sosial.
Acara hasil kolaborasi Kejaksaan RI melalui platform Jaksapedia, FH UGM, dan DEMA Justicia ini bukan hanya menyuguhkan seminar, tapi juga menghadirkan pameran bertajuk “Museum Koruptor Indonesia: Museum Terlarang Para Mafia Negara.”
Baca Juga: KPK Periksa Pendakwah Khalid Basalamah Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Pameran ini menampilkan sejumlah tokoh yang terseret kasus korupsi besar di Indonesia dalam format galeri visual, dipasang di area parkiran utama depan Patung Dewi Keadilan FH UGM.
Namun, alih-alih hanya menjadi sarana edukasi, museum ini justru ramai setelah diunggah akun Instagram @yogyakarta.keras. Bukan karena desainnya yang luar biasa, melainkan karena reaksi publik yang justru menyentil balik inisiatif tersebut.
Lebih Mirip Print Booth daripada Museum
Netizen pertama-tama menyasar soal tampilan pameran yang dianggap kurang impresif. “MUSEUM? lebih ke print booth sih ini,” tulis akun @patihXXX, menyindir ukuran dan format visual yang dipasang.
Pameran tersebut memang hanya berupa cetakan gambar-gambar tokoh dan kronologi kasus, bukan artefak atau ruang immersive sebagaimana museum pada umumnya.
Sementara akun lain mempertanyakan efektivitas pameran ini dalam konteks keadilan. “Wkwkwk, bikin museum koruptor, padahal yang aslinya lagi santai jalan-jalan di luar negeri,” tulis akun @ryXXX. Komentar ini disambut pengguna lain yang mengkritik lebih tajam. “PEJABATNYA GA TAU MALU... KELUARGANYA HARUSNYA MALU SIH,” tegas @yosXXX.
Siapa yang Dipilih Tampil, Siapa yang Tidak?
Museum ini menampilkan tokoh seperti mantan Menkominfo Johny G. Plate (kasus BTS), Harvey Moeis (skandal nikel), dan Zarof Ricar (yang dijuluki “mafia peradilan”). Namun publik mempertanyakan kenapa tokoh-tokoh lain tak muncul.
Artikel Terkait
Heboh iPad dan Macbook Tom Lembong Disita di Rutan, Dipakai untuk Bikin Pledoi Kasus Korupsi Gula Rp515 Miliar
6 Pernyataan Nadiem Makariem atas Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Chromebook, Minta Publik Tak Cepat Berasumsi
Ini Klarifikasi Nadiem Makarim Soal Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Chromebook, Tetap Komitmen pada Proses Hukum dan Keterbukaan
Nadiem Makarim Siap Beri Klarifikasi atas Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop di Masa Jabatannya Jadi Menteri di Kemendikbud Ristek
Nadiem Makarim Akui Bingung Mengapa Pengadaan Laptop Pada Eranya Menjadi Skandal Dugaan Korupsi: Saya Lahir dan Dibesarkan di Keluarga Anti Korupsi...