3. Terjemahan Cerita Sejarah dengan Huruf Braile
Museum huruf juga memiliki terjemahan yang berisi paparan sejarah aksara dan ditulis dengan menggunakan huruf Braille. Yaitu huruf-huruf yang ditulis dengan media yang dapat diraba.
Tujuan dari terjemahan tersebut ditujukan untuk para pengunjung tunanetra yang tidak mampu mengakses informasi melalui penglihatan mata.
Dikutip oleh SketsaNusantara.id melalui akun youtube resmi @QueenFaa, tempat yang menyimpan sejarah aksara ini didirikan oleh Ade Sidik Permana dan Erik Widyanto bersama dengan komunitas rumah desain mix media Jember.
Meskipun tempat ini adalah satu-satunya museum yang menyimpan sejarah perkembangan aksara. Museum ini masih dikelola secara perorangan dan buka mulai hari Selasa sampai Minggu, pukul 11.00-17.00 WIB.
Dan itulah tiga fakta dari salah satu museum yang ada di kota Jember. Bagi pengunjung yang ingin masuk ke museum ini tiket masuknya hanya lima ribu rupiah saja.
Pengunjung sudah dapat melihat langsung berbagai macam temuan aksara kuno sepanjang perkembangan peradaban. Keren sekali bukan tempatnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
5 Fakta Museum Sumpah Pemuda, Rumah Keturunan Tionghoa yang Jadi Tempat Kost Mohammad Yamin hingga Toko Bunga
Momen Issa Xander Putra Nikita Willy saat Menjaga Tangannya agar Tetap di Belakang ketika Berkunjung di Museum
Cermin Awet Muda Peninggalan RA Kartini di Rembang, Jadi Spot Paling Diminati Pengunjung Museum Kartini?
Gus Fawait Patut Bangga! 3 Museum Unik Ini Lokasinya Ada di Wilayah Kabupaten Jember
5 Rekomendasi Museum di Indonesia, Cocok untuk Wisata Edukasi dan Belajar Sejarah, Ada yang Punya Koleksi Kerangka Paus Biru!