SketsaNusantara.id - Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember mengangkat tema yang cukup progresif dalam Pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) tahun 2025, yakni Ekoteologi.
Tema tersebut diangkat dengan tajuk 'Ekoteologi sebagai Kritik terhadap Kapitalisme Ekologis dalam Diskursus Pembangunan Global', pemilihan tema ini dilandasi oleh dua pertimbangan utama.
Wakil Rektor III UIN KHAS Jember, Dr Faizin menyampaikan, pertama hal ini menjadi bentuk konkret dari pelaksanaan visi Dasa Cita UIN KHAS Jember periode 2023–2027.
Baca Juga: UIN KHAS Jember Usung Tema Besar Ekoteologi dalam Acara PBAK 2025
"Khususnya pada tujuan kedelapan yang menekankan pengembangan kampus sebagai lingkungan yang cerdas dan ramah lingkungan, atau dikenal dengan konsep Green and Smart Campus," ujarnya pada Rabu, 20 Agustus 2025.
Kedua, tema ini juga sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Agama Republik Indonesia, khususnya butir kedua dari Asta Protas yang menitikberatkan pada penguatan ekoteologi sebagai nilai dasar kehidupan beragama dan kebangsaan.
Selain menjadi ajang pengenalan dunia kampus bagi mahasiswa baru, tema ini juga dimaksudkan untuk membangun jalinan kerja sama antara mahasiswa dan civitas akademika, dalam menginternalisasi nilai-nilai akademik yang inklusif dan berkelanjutan.
Wakil Rektor III UIN KHAS Jember Dr Faizin, menjelaskan bahwa PBAK 2025 bertujuan memberikan pembekalan kepada mahasiswa agar mampu menjalani proses pendidikan secara bertanggung jawab.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat membentuk karakter mahasiswa yang menjunjung tinggi nilai kebangsaan dan moderasi beragama di tengah dinamika bangsa yang kompleks.
"Mahasiswa harus dipersiapkan menjadi individu yang profesional, berintegritas, dan mampu bersaing di dunia kerja," tuturnya.
Baca Juga: Luncurkan Ikrar Griya Moderasi Beragama, UIN KHAS Jember Tegaskan Aksi Nyata Moderasi Lintas Agama
Namun demikian, ia mencatat adanya penurunan jumlah peserta PBAK tahun ini, yakni hanya 2.466 mahasiswa, turun dari tahun sebelumnya yang mencapai 2.778 peserta.
Penurunan ini menurutnya, disebabkan oleh persepsi bahwa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) masih dianggap sebagai pilihan kedua oleh sebagian calon mahasiswa, serta meningkatnya persaingan antar perguruan tinggi.
Artikel Terkait
Sistem Seleksi Elektronik Ujian Masuk UIN KHAS Jember Resmi Selesai, Wakil Rektor I: UM-Mandiri Segera Kami Buka
Istimewa! Ratusan ASN UIN KHAS Jember Jalani Reorientasi ala Retret Kabinet Merah Putih Prabowo Subianto
UIN KHAS Jember Gelar FGD Bersama Biro SDM Kemenag, Upaya Strategis Percepatan Kenaikan Jabatan Fungsional Dosen
Tambah 4 Guru Besar, Rektor UIN KHAS Jember: Ini Bentuk Penguatan Lembaga secara Keilmuan
Istimewa! UIN KHAS Jember Jadi Tuan Rumah PKDP 2025
Akademisi UIN KHAS Jember Tanggapi Fenomena Kelangkaan BBM
Luncurkan Ikrar Griya Moderasi Beragama, UIN KHAS Jember Tegaskan Aksi Nyata Moderasi Lintas Agama
Pasca Insiden Motor Hilang, 1.070 Mahasiswa KKN UNEJ dan UIN KHAS di Lumajang Diminta Pulang oleh Kampus, Netizen: Ngga Ada Satu Pun yang...
Datangkan 2 Pakar Riset Universitas Brawijaya, Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember Tingkatkan Ilmu PengetahuanÂ
UIN KHAS Jember Usung Tema Besar Ekoteologi dalam Acara PBAK 2025