Profil KH Thoriq Darwis bin Ziyad
KH Thoriq Darwis merupakan salah satu ulama asal Malang yang memimpin ponpes Babussalam yang terelta di Desa Banjarejo, Pagelaran, Malang, Jawa Timur.
KH Thoriq Darwis adalahh anak kedua dari pasangan KH Darwis dan Hj. Masyuroh.
Ia dan sang kakak, KH Iskandar Darwis merupakan generasi keempat kepengasuhan ponpes Babussalam.
KH Thoriq Darwis lahir di Jember pada 11 Agustus 1976 yang kini berusia 49 tahun.
Ulama bertubuh kurus ini menghabiskan masa kecilnya di yayasan pendidikan ponpes Babussalam.
Setelah lulus dari Madrasah Aliyah Babussalam, Gus Thoriq melanjutkan pendidikannya di Universitas Islam Negeri (UIN) Malang.
Setelah 7 tahun berstatus mahasiswa UIN Malang, Gus Thoriq akhirnya berhasil meraih gelar sarjananya pada tahun 2002.
Saat masih berstatus mahasiswa, Gus Thoriq aktif berorganisasi, salah satunya ikut serta dalam organisasi pergerakan GMNI atau Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia.
Bahkan kini ia menjabat sebagai Kepala Bidang Keagamaan dan Kebudayaan PA GMNI Pusat periode 2022-2026.
Setelah sang ayahanda meninggal pada 2006, Gus Thoriq mulai terjun ke dalam kepengurusan ponpes Babussalam bersama sang kakak.
Namanya kian disorot saat ia menjadi salah satu pencetus utama Hari Santri Nasional.
Selain menjadi pengasuh ponpes Babussalam dan aktif di organisasi GMNI, Gus Thoriq juga pernah terjun ke politik.