news

Polisi Ungkap Fakta Baru Kasus Kematian Mahasiswa Udayana Lewan Kesaksian Sang Ibu, Sempat Bersikap Ganjil selama 5 Bulan Terakhir

Sabtu, 18 Oktober 2025 | 17:30 WIB
Sosok Timothy Anugerah Saputra, mahasiswa FISIP Unud Bali yang diduga mengakhiri hidup (Instagram @kegoblogan_unfaedah)

SketsaNusantara.id - Kasus meninggalnya Timothy Anugerah Saputra, mahasiswa Universitas Udayana (Unud), Bali, masih menjadi sorotan publik. Mahasiswa angkatan 2022 itu dilaporkan meninggal dunia setelah terjatuh dari lantai empat salah satu gedung di kampusnya, pada Rabu 15 Oktober 2025.

Kepolisian memastikan bahwa keluarga korban tidak melaporkan peristiwa tersebut sebagai dugaan tindak pidana. Pihak keluarga, melalui surat pernyataan tertulis, menyatakan ikhlas dengan kepergian korban dan tidak ingin melanjutkan kasus ini ke ranah hukum.

“Ibu korban mengikhlaskan kematian anaknya karena belakangan ini memang ada perubahan perilaku korban. Keluarga tidak membuat laporan resmi dan sudah melengkapi dengan surat pernyataan,” ungkap Kompol I Ketut Sukadi, Kasi Humas Polresta Denpasar kepada pers pada Sabtu 18 Oktober 2025. 

Baca Juga: Viral Kasus Kematian Timothy Anugerah Saputra, Unggahan Akun Unudmenfess Bongkar Fakta Baru soal Pelaku Bullying

Menurut keterangan ibu korban berinisial SKY (48), perubahan sikap Timothy mulai terlihat sekitar lima bulan sebelum kejadian. Ia bahkan memutuskan datang ke Bali untuk menemani sang anak karena merasa ada yang tidak biasa.

Namun, pihak keluarga belum sempat membawa Timothy untuk mendapatkan bantuan profesional, seperti pemeriksaan medis atau konseling psikologis.

“Terkait perubahan perilaku tersebut, ibu korban tidak pernah mengajak anaknya berobat atau konsultasi ke psikolog,” tambah Kompol Sukadi.

Baca Juga: Viral Rencana Kuliah Timothy Anugerah Saputra di Postingan Instagram, Mahasiswa FISIP Unud yang Meninggal Diduga karena Bullying

Dari hasil penyelidikan polisi, saksi di lokasi melihat Timothy naik ke lantai empat menggunakan lift. Saat itu, korban tampak panik dan gelisah sambil melihat ke arah luar gedung.

Beberapa menit kemudian, korban terlihat duduk di kursi panjang dekat ruang kelas tanpa berbicara dengan siapa pun. Tak lama berselang, saksi mendengar suara keras dari luar gedung dan mendapati ada seseorang yang jatuh dari ketinggian.

Sejumlah mahasiswa segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke RSUP Prof Ngoerah Denpasar.

Dari hasil pemeriksaan medis, Timothy mengalami patah pada tulang lengan, pinggul, dan sendi kanan, serta pendarahan hebat pada organ dalam. Nyawanya tak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia pada pukul 13.03 Wita.

Baca Juga: Profil Lengkap FISIP Universitas Udayana Bali, Fakultas yang Dikenal Kritis dan Kini Jadi Sorotan Pasca Kematian Timothy Anugerah

Usai kematian Timothy, muncul tangkapan layar percakapan sejumlah mahasiswa di media sosial yang berisi komentar nirempati dan tidak pantas. Isinya dinilai menyakiti perasaan publik dan keluarga korban.

Halaman:

Tags

Terkini