Pusdokkes Polri menegaskan bahwa proses identifikasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian penting untuk memastikan hak-hak korban dan keluarga. Dengan identitas yang jelas, proses pemulangan jenazah bisa dilakukan secara bermartabat dan sesuai syariat maupun adat masing-masing keluarga.
Tragedi ambruknya mushola Ponpes Al Khoziny meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Jawa Timur. Para santri yang awalnya tengah menuntut ilmu, justru menjadi korban dalam musibah yang tak diduga.
Hingga kini, pemerintah daerah bersama kepolisian masih terus melakukan evaluasi terhadap penyebab insiden, sembari memastikan proses evakuasi dan identifikasi berjalan transparan.
“Fokus kami sekarang adalah memastikan seluruh korban teridentifikasi dengan benar, sehingga keluarga mendapat kepastian. Ini adalah prioritas kemanusiaan,” tutup Brigjen Nyoman.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!