SketsaNusantara.id - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menanggapi peristiwa runtuhnya bangunan musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo.
Hal itu terkait dengan penyelamatan sejumlah santri yang masih terjebak di dalam bangunan musholla pesantren yang runtuh beberapa hari yang lalu.
Sebab selama ini banyak sekali pertanyaan dari para orang tua santri hingga masyarakat yang mempertanyakan alat berat berupa ekskavator yang seolah tak bergerak dan tak terpakai di saat genting.
Dalam konferensi pers nya, Khofifah memastikan bahwa ia dan semua pihak terkait saat ini seperti BPBD, tim SAR, serta pasukan gabungan lainnya telah mengerahkan seluruh sumber daya untuk membantu proses evakuasi dan penanganan korban.
Khofifah mengonfirmasi bahwa tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, relawan, dan tenaga medis telah bergerak di lokasi kejadian.
Sementara itu seluruh rumah sakit saat ini dalam posisi on call, seluruh RSUD itu di cover Pemprov, dipastikan aman untuk menerima pasien saat dibutuhkan.
Baca Juga: Gubernur Khofifah Kunjungi Pasien Laka Lantas Probolinggo di RS Bina Sehat
Ia juga memastikan bahwa excavator, ambulans, lampu penerangan untuk evakuasi malam hari, oksigen, hingga dapur umum disiagakan untuk mendukung proses evakuasi dan penanganan darurat.
"Dari tanggal 29 yang ditanya orang tua itu ada alat berat (ekskavator) kok enggak bergerak? saya sudah menjawab perkelompok bahwa ini harus diambil dari bawah," ungkap Khofifah dilansir SketsaNusantara.id.
"Jadi proses penggalian oleh Basarnas itu sudah dilakukan dari bawah, kalau ditanya seberapa jauh, sejauh yang masih dikomunikasikan," imbuhnya.
Bahwa proses penyelamatan ini tak bisa dari atas dengan menggunakan alat-alat berat seperti ekskavator.
Namun proses evakuasi santri Pondok Pesantren Al Khoziny dilakukan secara manual atau melalui celah reruntuhan dan tidak langsung menggunakan alat berat seperti ekskavator.
Tim penyelamat gabungan membuat galian lubang dari bawah tanah dengan target menembus lantai dasar bangunan yang runtuh.
Artikel Terkait
Unik! Gubernur Jatim Khofifah Kenalkan Bupati Jember sebagai Gus Darling
Gus Fawait dan Gubernur Jatim Khofifah Bakal Bikin MTQ 2025 di Jember Semarak
Khofifah Indar Parawansa Pimpin Sholat Ghaib Bersama Warga Jawa Timur untuk Affan Kurniawan
Cegah Anarkisme dan Penjarahan, Gubernur Jatim Khofifah Instruksikan Bupati dan Walikota untuk Jaga Lingkungan Masing-Masing
Pembangunan Infrastruktur Spillway di Sungai Tanggul Jember, Khofifah Berharap Bisa Aliri Lahan Pertanian