Hal ini dilakukan seperti rencana awal karena alasan utama yang berkaitan dengan keselamatan korban yang masih hidup.
Sebab jika ini diteruskan ditakuti ada resiko runtuhan susulan sebab bangunan tidak stabil karena struktur bangunan mushola yang ambruk dinilai rapuh dan tidak stabil.
Sehingga dikhawatirkan getaran dari penggunaan alat berat seperti ekskavator dapat memperparah kondisi reruntuhan dan memicu ambruk susulan, yang akan sangat membahayakan keselamatan santri yang masih terjebak di bawah puing-puing.
Evakuasi manual memungkinkan petugas untuk bekerja lebih hati-hati dengan cara menggali lubang dan celah untuk menjangkau korban yang masih menjadi survivor (selamat) tanpa menimbulkan risiko tambahan.
Meski demikian, mereka juga menyalurkan bantuan seperti makanan dan minuman melalui celah-celah reruntuhan yang dibuat secara manual
Untuk itu meskipun ekskavator telah disiagakan di lokasi, penggunaannya ditunda dan dilakukan secara ekstra hati-hati.
Ini dilakukan awal untuk memastikan korban yang masih terperangkap di bawah reruntuhan dapat diselamatkan dalam kondisi hidup.
Untuk pengangkatan puing-puing, saat ini tim gabungan juga telah menyiapkan krane dan sudah berada di lokasi kejadianuntuk menunggu instruksi selanjutnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Unik! Gubernur Jatim Khofifah Kenalkan Bupati Jember sebagai Gus Darling
Gus Fawait dan Gubernur Jatim Khofifah Bakal Bikin MTQ 2025 di Jember Semarak
Khofifah Indar Parawansa Pimpin Sholat Ghaib Bersama Warga Jawa Timur untuk Affan Kurniawan
Cegah Anarkisme dan Penjarahan, Gubernur Jatim Khofifah Instruksikan Bupati dan Walikota untuk Jaga Lingkungan Masing-Masing
Pembangunan Infrastruktur Spillway di Sungai Tanggul Jember, Khofifah Berharap Bisa Aliri Lahan Pertanian