SketsaNusantara.id - Perusakan fasilitas umum demi sound horeg kembali terjadi, kali ini di Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Sebuah video berdurasi 60 detik memperlihatkan sejumlah pria yang membongkar pembatas jembatan.
Aksi tersebut dilakukan agar truk sound horeg bisa melintasi jembatan tersebut.
“Beredar video jembatan dibongkar gegara demi truck yang membuat sound horeg bisa jalan,” tulis Instagram @explorejember_ sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id.
Dari video yang diunggah akun @explorejember_ pada 22 September 2025 ini, truk tersebut membawa puluhan sound hingga melebihi lebar jalan.
“Ini dilakukan agar truk yang memuat sound system horeg yang elebihi kapasitas luas jalan bisa lewat,” tulis akun itu lagi.
Baca Juga: Warga Jember Protes Gara-Gara Sound Horeg Dilarang, Kantor Desa Ramai Didatangi Massa
Pembatas jembatan setinggi kurang lebih pinggang orang dewasa ini kemudian dihancurkan menggunakan perkakas seperti palu.
Di akhir video, terlihat kondisi pembatas jembatan yang rusak sebagian di beberapa tempat.
Kejadian ini diduga terjadi pada Kamis siang, 18 September 2025.
Netizen pun menyayangkan aksi pengrusakan fasilitas umum tersebut.
Artikel Terkait
Generasi Muda Relawan PMI Jember Ukir Sejarah di Jumbara PMR X Jawa Timur dengan 5 Trofi dan Gelar Juara Umum 2
Ringsek, 1 Unit Mobil Traga Pick Up Mengalami Kecelakaan di Pakusari, Jember, Netizen: Jalur Tengkorak
Ramai Gerakan 'Stop Tot Tot Wuk Wuk', Korlantas Polri Resmi Bekukan Penggunaan Strobo dan Sirene untuk Patwal
Mahfud MD Masuk Radar Prabowo untuk Komite Nasional Reformasi Polri, Wacana Bergabung dengan Struktur Baru Jadi Sorotan Publik
Viral Rombongan Mobil RI 1 Melintas di Tol Jagorawi Tanpa ‘Tat Tot Tat Tot’, Paspampres Kasih Jempol ke Warga: ‘Momen yang Indah’
Ferry Irwandi Tegaskan Tidak Akan Terjun ke Politik, Fokus Hidupkan Dunia Pendidikan dan Bangun Kampus Malaka
Kecelakaan Maut di Pakusari Jember: Pickup Oleng Hantam Truk di Jembatan Reng-Reng, Polisi Beberkan Kronologi
Realisasi PAD Agustus 2025 Masih Rp690 Miliar, DPRD Jember Desak Bapenda Optimalisasi Pajak Daerah