Kamis, 4 Juni 2026

Viral! Begini Kronologi Santri di Bawah Umur Dicambuk Pengasuh Ponpes hingga Luka Parah dan Infeksi, Polres Malang Segera Tetapkan Tersangka

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 12 Juli 2025 | 19:00 WIB
Pengasuh pondok pesantren saat memecut santri dibawah umur  (X @MasBRO_back)
Pengasuh pondok pesantren saat memecut santri dibawah umur (X @MasBRO_back)

 

SketsaNusantara.id - Sebuah kabar viral dan mengejutkan datang dari Malang, Jawa Timur.

Seorang santri diduga menjadi korban kekerasan fisik yang dilakukan oleh pengasuh pondok pesantrennya sendiri yakni Ponpes Darul Mujtaba, Pakis Haji Malang, Jawa Timur.

Berita ini viral di media sosial setelah foto-foto luka dan infeksi pada tubuh santri tersebut beredar luas, memicu kemarahan ibu korban yang saat ini sedang bekerja menjadi TKW di Hongkong. 

Baca Juga: 7 Sikap Cak Imin tentang Razia Pesantren ‘Sesat’, Bentuk Satgas Khusus Usut Pencabulan di Lingkungan Ponpes

Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube tvOneNews pada 12 Juni 2025,  insiden ini terungkap setelah keluarga korban menyadari adanya luka-luka serius pada betis anak hingga melepuh dan infeksi akibat dari cambukan memakai rotan.

Kini kasus dugaan kekerasan pada anak tersebut rupanya telah dilaporkan pada Polres Malang sejak 20 Juni 2025 yang lalu dan sudah memanggil sebanyak 10 orang saksi.

Pihak kepolisian di Malang disebut telah menerima laporan terkait dugaan kekerasan ini dan sedang melakukan penyelidikan mendalam.

Baca Juga: Wujudkan Hubungan Baik Ulama dan Umara, Wapres Gibran Silaturrahmi ke Pondok Pesantren Mambaul Ulum Muncar Banyuwangi

Aparat kepolisian kini tengah mengumpulkan bukti-bukti, keterangan dari korban, 10 orang saksi serta pihak pondok pesantren untuk mengusut tuntas kasus ini. 

Status kasus ini kini sudah ditingkatkan dari penyelidikan menjadi penyidikan dan dalam waktu dekat akan menentukan siapa tersangka pada kekerasan pada anak di lingkungan ponpes tersebut.

Hal itu dikonfirmasi oleh kuasa hukum yang ditunjuk oleh ibu kandung korban langsung, yakni Miftha Rizky Amelia.

Mifta Rizky Amelia menyebutkan bahwa si anak di bawah umur ini merupakan korban murni kekerasan dari pengasuhnya sendiri di Pondok pesantren tersebut.

Ia menceritakan bagaimana kronologi atau asal muasal hingga anak tesebut mendapatkan kekerasan fisik.

Santri anak rupanya tak mendapatkan jatah makanan sejak pagi sehingga ia memutuskan keluar dari pondok pesantren untuk membeli makanan, namun kemudian ia bertemu dengan temannya yang saat itu membeli rokok.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X