Kondisi tersebut membuat defisit berkurang dan beban utang menjadi lebih ringan daripada yang diproyeksikan sebelumnya.
Dengan begitu, ada sisa Rp200 T yang disebut SILPA. Dana inilah yang akhirnya dipindahkan Menkeu Purbaya ke Bank Himbara (BRI, Mandiri, BTN, dan lainnya).
Ferry menjelaskan bahwa pemindahan dana SILPA bukan tanpa alasan.
Tujuannya agar uang negara yang “ngendon” tidak hanya diam, melainkan bisa memutar roda ekonomi.
“Nah paham ya, duit ini yang akhirnya dipindahin pak Purbaya ke Bank Himbara, tujuannya untuk apa? Ya ekonomi muter, kok bisa ekonomi muter? Gini penjelasannya,” kata Ferry.
Menurut Ferry, bank membuka program deposito karena mereka butuh fresh money. Untuk menarik dana masyarakat, bunga deposito biasanya dinaikkan.
Namun, ketika pemerintah menyuntikkan dana segar ke bank, kebutuhan akan likuiditas berkurang.
Alhasil, bunga deposito otomatis turun. Dampak lainnya, bunga kredit ikut turun sehingga masyarakat lebih mudah mengakses pinjaman. Dengan begitu, sektor riil bisa lebih berkembang.
“Karena dalam mekanismenya Menkeu menekankan sektor rill. Dan ingat duit ini saldo mengendap, bukan cetakan duit baru, jadi resiko inflasinya juga nggak massive,” tulis Ferry.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!