SketsaNusantara.id – Hyang Argopuro Festival IX resmi ditutup, festival tahunan ini dilaksanakan selama tiga hari di Lapangan Desa Arjasa, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember.
Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Masyarakat Adat Kemendikbudristek RI Sjamsul Hadi mengatakan, apresiasi terhadap pelaksanaan Hyang Argopuro Festival yang telah memasuki tahun kesembilan.
“Acara ini awalnya dimulai dengan kecil dan sederhana, dengan partisipasi aktif dari masyarakat. Namun, berkat semangat kolektif, serta dukungan lembaga adat dan pemuda Desa Arjasa, festival ini kini menjadi perhatian Kementerian Kebudayaan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu, 14 September 2025.
Baca Juga: Hyang Argopuro Festival IX Digelar, Suguhkan Potensi Wisata dan Sejarah Jember
Sjamsul Hadi juga menekankan pentingnya pelestarian tradisi dan warisan budaya Jember yang kaya variasi. Termasuk bangunan bersejarah yang bisa dimanfaatkan kembali sebagai ruang publik untuk memajukan kebudayaan.
Selain itu, dia menyebutkan tentang kesempatan bagi desa-desa di Jember untuk mengakses Dana Indonesia yaitu, sebuah fasilitas yang disediakan oleh Kementerian Kebudayaan untuk meningkatkan pemberdayaan komunitas tradisi.
Dia juga mengingatkan akan adanya kesempatan penggunaan Dana Desa sesuai dengan regulasi Kemendagri No. 20 Tahun 2018.
"Di mana hingga 10 persen dapat dialokasikan untuk kegiatan yang berhubungan dengan kebudayaan atau keagamaan," imbuhnya .
“Kami hadir di sini tidak hanya sebagai tamu, tetapi sebagai bagian dari upaya gotong royong. Kami mendorong desa-desa di Jember agar menjadi Desa Pemajuan Kebudayaan,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Jember Gus Fawait menegaskan bahwa Jember akan memasuki era baru dalam pengembangan kebudayaan dan pariwisata ke depan.
“Jember Baru, Jember Maju, InsyaAllah bukan hanya slogan. Pada 2026, akan ada banyak acara besar, baik seni maupun kebudayaan, yang akan lahir di Jember,” ucapnya.
Lebih lanjut, prosesi Mendhak Tirta Manggala Hyang bukan hanya penutup festival. Namun, juga simbol kontinuitas antara warisan nenek moyang dan visi masa depan.