Pernyataan ini sekaligus memperkuat bahwa dirinya tidak bermaksud mengecilkan arti profesi guru, melainkan justru menekankan pentingnya memuliakan peran mereka.
Lebih lanjut, Menag memaparkan sejumlah langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan guru.
Ia menjelaskan bahwa ada peningkatan tunjangan profesi bagi 227.147 guru non-PNS, kenaikan jumlah peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) hingga 700 persen pada tahun 2025, serta pengangkatan 52.000 guru honorer menjadi PPPK dalam tiga tahun terakhir.
Unggahan klarifikasi tersebut menuai beragam komentar dari warganet. Sebagian menilai pernyataan awal Menag hanyalah kesalahpahaman akibat potongan video.
“Sebenernya ga blunder kalo liat full video, kalian aja kena framing media,” tulis akun @syiift.
Sebagian lainnya mengingatkan bahwa pejabat publik sebaiknya lebih cermat dalam memilih kata-kata agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Kendati sempat menuai kontroversi, permintaan maaf terbuka ini dianggap sebagai langkah positif. Bagi banyak pihak, pengakuan dan klarifikasi dari seorang pejabat publik penting untuk menjaga kepercayaan sekaligus mengembalikan rasa hormat terhadap profesi guru.
Terlebih, dengan adanya komitmen peningkatan kesejahteraan, pemerintah diharapkan mampu memberikan penghargaan nyata kepada para pendidik yang telah berjuang mencerdaskan bangsa.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!