“Sedih, mobil dibeli pakai pajak, yang didlm mobil digaji pakai pajak, yg bayar pajak dilindes,” kun @nadhifosaka.
“Apalagi dia kalau kepala keluarga Ya Allah,” komentar akun @purnamadella12.
“Jangan ada maaf untuk pelaku, sudah terlalu,” tegas akun @boedimans.
Kritik yang disampaikan Fathia semakin menggema karena latar belakang pendidikannya yang erat dengan isu hak asasi manusia.
Dikutip dari profil LinkedIn miliknya, Fathia sedang berhasil menempuh pendidikan Master of Arts di Columbia University, Amerika Serikat, dengan fokus pada studi Hak Asasi Manusia.
Sebelumnya, ia meraih gelar sarjana di Ritsumeikan Asia Pacific University, Jepang, jurusan International Relations and Peace Studies.
Tak hanya menempuh studi, Fathia juga aktif dalam berbagai pengalaman advokasi dan penelitian.
Ia juga mendirikan Shape Your Life ID, sebuah organisasi kepemudaan yang berfokus pada pemberdayaan pelajar marginal di Indonesia agar memiliki akses pendidikan yang lebih baik.
Organisasi ini bahkan telah menjangkau lebih dari 38 ribu penerima manfaat.
Selain itu, Fathia juga sempat menjadi intern di United Nations Human Rights di New York, terlibat dalam forum internasional seperti SDG Summit, serta penelitian bersama Universitas Tokyo mengenai peran aktor non-negara dalam pemenuhan HAM di tengah pandemi COVID-19.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!