SketsaNusantara.id - Indonesia Financial Group atau IFG resmi menutup Program Kindness to Progress 2025 yang digelar di Desa Ngabab, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Acara yang digelar oleh BUMN Holding di bidang asuransi penjamin dan investasi ini dihadiri oleh Kepala Divisi Pembelajaran dan Budaya Perusahaan IFG, Mora Nasution.
Selain itu, turut hadir Pimpinan Cabang Malang Askrindo, Debby Cahyo Wicaksana, Pemimpin Cabang Malang Jamkrindo, Andikaputra Nursantio, Camat Pujon, Indra Gunawan dan Kepala Desa Ngabab Amin Afandi.
Program ini menjadi puncak dari perjalanan Kindness to Progress Vol. 4, sekaligus menegaskan komitmen IFG sebagai BUMN Holding di bidang asuransi, penjaminan, dan investasi dalam menghadirkan dampak sosial nyata bagi masyarakat.
Program Kindness to Progress 2025 IFG melibatkan 25 Kindness Rangers, yakni karyawan IFG dan anggota holding yang menjalankan empat inisiatif sosial di Desa Ngabab.
Proyek yang dihadirkan meliputi, literasi dan parenting lewat program MEKAR, pengembangan hortikultura lewat GEMA NGABAB, pemberdayaan batik lewat BANGKIT, serta edukasi digital untuk anak lewat BERLIAN. Inisiatif.
Program-program di atas sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 dan Asta Cita, sekaligus menginternalisasi nilai inti perusahaan, yakni AKHLAK.
Direktur SDM IFG, Rizal Ariansyah, menyebut program ini bukan hanya sekadar agenda sosial, melainkan ruang belajar bagi insan IFG untuk menerapkan core values AKHLAK dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui workshop dan kegiatan live-in, kami belajar langsung menggali potensi desa sekaligus memastikan nilai perusahaan hadir dalam praktik nyata,” ungkapnya.
Baca Juga: IFG Luncurkan Kindness to Progress 2025, 25 Karyawan Jadi Agen Perubahan di Desa Ngabab Malang
Dalam acara puncak di Balai Desa Ngabab, IFG bersama Jamkrindo dan Askrindo menyerahkan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bagi kelompok peternak, UMKM olahan pertanian, serta pengrajin batik berupa peralatan dan perlengkapan produksi.
Masih dalam kesempatan yang sama, IFG juga meluncurkan program lingkungan berupa Tempat Pengolahan Sampah (TPS) yang dilengkapi pelatihan manajemen sampah, pembuatan eco-enzyme, hingga penyerahan mesin kompos.
Artikel Terkait
Ustad Kondang EE Diduga Aniaya Anak Kandung, Dipicu Permintaan Nafkah Berakhir Dikeroyok dan Dipukuli
Wagub DKI Jakarta Rano Karno Menghadiri Forum Bisnis di Istanbul Turki: ‘Alhamdulillah, Dapat Investasi Senilai Rp21 Triliun’
Dilaporkan Anak Sendiri Atas Pemukulan, Terbongkar Kontroversi Lama Ustadz Kondang Evie Effendi di Masa Lalu Terkait Penistaan Agama
Bupati Gus Fawait Optimistis Mampu Memajukan Destinasi Wisata di Jember
7 Ucapan Ultah Kocak untuk Sri Mulyani yang ke-63 dari Dosen ASN: ‘Ultahmu Dirayakan, Hak Dosen Dilupakan’