news

Voice Actor Billy Valentino Ungkap Tidak Transparannya Informasi di Balik Film Merah Putih One For All

Sabtu, 16 Agustus 2025 | 13:00 WIB
Billy Valentino saat memberikan klarifikasi terkait keterlibatannya sebagai voice actor di film animasi Merah Putih One For All. (Tiktok/panggilajabillie_)

SketsaNusantara.id - Film animasi Merah Putih One For All tengah menuai sorotan publik setelah pernyataan voice actor Billy Valentino atau dikenal dengan akun TikTok @panggilajabillie_ viral di media sosial.

Ia membongkar bahwa sejak awal dirinya tidak mendapatkan informasi jelas terkait proyek film tersebut.

Lewat video klarifikasinya, Billy Valentino mengungkapkan rasa kaget ketika mengetahui namanya turut disebut dalam sejumlah pemberitaan mengenai film tersebut.

Baca Juga: Mahasiswa FIB Unej Gelar Nonton Bersama Lyora, Film Tentang Perjuangan Ibu Menanti Buah Hati

Ia menegaskan bahwa keterlibatannya hanya sebatas sebagai pengisi suara, tanpa mengetahui detail lebih jauh mengenai proyek.

“Halo guys, aku Billy Valentino. Kalian semua pasti udah pada tau kan, kartun animasi yang bakalan launching di bulan Agustus ini, launching di tanggal 14 Agustus. Nah, salah satu karakter animasi di film tersebut, itu voice actornya adalah aku. Jadi disini aku mau klarifikasi ya. Jujur aku bener-bener shock banget sama berita-berita yang beredar di FYP aku belakangan ini,” ujar Billy Valentino.

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak tahu menahu soal anggaran fantastis yang disebut-sebut digunakan.

Baca Juga: Pro Kontra Budget Produksi Film Animasi 'Merah Putih One For All', Hanung Bramantyo: Nggak Cukup, Men!

“Sebenernya gini, jadi aku dan temenku yang kasih informasi tentang job tersebut, kita tuh gak tau menau guys tentang kasus 6,7 miliar ini tuh larinya kemana. Karena kita cuma kayak dikasih job sebagai voice actor. Jadi kita cuma ngisi suara tersebut dan dibayar per jam. Per jamnya, njir. Lo bayangin, kita seprofesional itu dibayarnya per jam doang, ngadi-ngadi dia tuh,” tambahnya.

Billy mengaku awalnya mengira proyek tersebut adalah kartun animasi anak-anak yang akan tayang di televisi lokal. Namun, kenyataannya film justru ditayangkan di bioskop dan bersaing dengan film internasional.

“Aku mikirnya kayak kartun animasi anak-anak, mungkin kayak Adit Sopo Jarwo atau Upin Ipin. Ternyata, wah, ditayanginnya di bioskop cuy, ngadi-ngadi kan. Dan bersaing dengan Demon Slayer, ngadi-ngadi banget,” ungkap Billy.

Baca Juga: Film Merah Putih One For All Batal Tayang di Cinepolis, Netizen: Animasi Terlalu Mentah untuk Layar Lebar

Yang membuatnya makin terkejut adalah kualitas film yang dinilai tidak sebanding dengan anggaran yang disebutkan.

“Wah, kalian bayangin guys, 6,7 miliar untuk film yang gak se-worth it itu. Wah, jelek banget. Nama gue jadi ikutan jelek guys, mana disitu tersulis aku sebagai karakter desainer coy. Padahal yang sebenarnya itu aku cuma sebagai voice actornya doang. Dan bayarnya pun gak sesuai kalau menurutku ya,” jelasnya.

Halaman:

Tags

Terkini