Minggu, 19 Juli 2026

Terkuak! Bintang Takari Blak-Blakan Ungkap Anggaran Pembuatan Film Animasi 'Merah Putih: One For All', Bantah Dapat Bantuan Dana dari Pemerintah

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Selasa, 12 Agustus 2025 | 09:00 WIB
Tangkapan layar opening dari film animasi One For All yang ramai dikritik karena dinilai dibuat asal-asalan sehingga kualitas visual tidak maksimal (Youtube/CGV Kreasi)
Tangkapan layar opening dari film animasi One For All yang ramai dikritik karena dinilai dibuat asal-asalan sehingga kualitas visual tidak maksimal (Youtube/CGV Kreasi)

SketsaNusantara.id - Film animasi bertajuk "Merah Putih: One for All" masih santer jadi sorotan publik. Karya anak bangsa ini belakangan jadi perbincangan hangat di media sosial lantaran kualitas animasinya yang dinilai tak sesuai harapan.

Kemunculan film garapan Perfiki Kreasindo ini menuai kritik karena pembuatannya dinilai tidak maksimal, apalagi dikabarkan menghabiskan anggaran hingga Rp6,7 miliar.

Terbaru, Bintang Takari selaku animator yang menggarap film ini, membeberkan fakta mengejutkan. Ia blak-blakan mengungkap anggaran pembuatan film "Merah Putih: One for All" hanya sekitar Rp1 juta yang jauh dengan berita yang beredar.

Baca Juga: Desainer Temukan Karakter 3D Mirip di Film Merah Putih One For All, Netizen: 6 Miliar Beli Aset Tinggal Tempel

"Budget film ini mungkin cuma sekitar Rp1 juta! Buat traktirin anak-anak pengisi suara makan di warteg," tulis Bintang dikutip SketsaNusantara.id dari akun Instagram @update.anime.

Dalam unggahan tangkapan layar chat, Bintang juga mengaku membuat film animasi tanpa mendapat bantuan dana dari pemerintah.

"Benar, film ini saya buat sendiri dengan modal cuma segitu. Saya nggak mau ribet dengan minta bantuan sponsor, apalagi minta dana ke pemerintah," tuturnya.

Baca Juga: Dituding Terima Dana Rp6,7 M, Produser Film Animasi Merah Putih One For All Buka Suara, Toto Soegriwo: Fitnah Keji

Bintang juga mengakui kualitas film animasinya kurang memuaskan karena waktu penggarapan yang singkat, cuma diberi waktu 3 bulan saja.

"Kualitasnya film ini memang nggak maksimal karena waktunya mepet, cuma 3 bulan!" ungkapnya.

"Buat teman-teman yang pernah bikin short film, pasti tahu susashnya bikin film animasi dalam waktu sesingkat itu," imbuhnya.

Bintang menyebut film ini awalnya menerima tawaran dari salah satu production house yang meminta dibuatkan film bertema kemerdekaan HUT ke-80 RI.

Baca Juga: Film Animasi One For All Tuai Gelombang Kritik, Netizen Sindir Kualitas Hingga Bikin Admin CGV Gelisah

"Saya kenalan dengan seseorang yang bergerak di bidang perfilman dan 3 bulan nggak mungkin terkejar. Tapi beliau mendorong saya untuk mencoba produksi film tersebut," ujarnya.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X