Kamis, 4 Juni 2026

Terkuak! Bintang Takari Blak-Blakan Ungkap Anggaran Pembuatan Film Animasi 'Merah Putih: One For All', Bantah Dapat Bantuan Dana dari Pemerintah

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Selasa, 12 Agustus 2025 | 09:00 WIB
Tangkapan layar opening dari film animasi One For All yang ramai dikritik karena dinilai dibuat asal-asalan sehingga kualitas visual tidak maksimal (Youtube/CGV Kreasi)
Tangkapan layar opening dari film animasi One For All yang ramai dikritik karena dinilai dibuat asal-asalan sehingga kualitas visual tidak maksimal (Youtube/CGV Kreasi)

Ia juga memahami kritik yang menyebut film "Merah Putih: One for All" tidak sebagus film animasi Indonesia terdahulu.

Animator yang berdomisili di Singapura ini meminta publik untuk menghargai karya anak bangsa dan berbagga degan film animasi yang dibuat sepenuh hati.

Baca Juga: Nggak Cuma Jumbo, 7 Film Animasi Indonesia Ini Sukses Curi Perhatian Penonton dan Panen Pujian hingga Berhasil Raih Penghargaan Internasional

"Dengan waktu tersisa, saya berjibaku kejar target tayang. Karena kita tidak menggunakan AI jadi kualitas animasi juga tidak bagus," jelas Bintang.

"Jadi sekarang bebanggalah, meski bikin animasi jelek tapi dibuat dengan sepenuh hati dengan karya tangan dan otak manusia. Ke depannya kita akan melihat film animasi di bioskop yang keren dengan kualitas bagus tanpa bantuan AI," pungkasnya.

Pernyataan Bintang Takari ini menundang beragam respon dari warganet. Tak sedikit yang membandingkan film "Merah Putih: One for All" dengan "Jumbo".

Baca Juga: Jumbo Jadi Film Animasi Indonesia Terlaris Sepanjang Masa! Ini 5 Alasan Film Karya Ryan Adriandhy Wajib Ditonton Saat Libur Lebaran Bareng Keluarga

Film animasi produksi Ryan Adriandhy tersebut juga diproduksi tanpa bantuan menggunakan AI dan bisa menghasilkan karya animasi dengan kualitas bagus, meski pembuatannya membutuhkan waktu hingga 5 tahun.

"Jumbo juga gapake AI, beneran murni anak bangsa, pake 200+ animator, tapi bagus tuh. Bikin film tergantung niat. Sorry not sorry, Merah Putih juga dubbingnya juga asal banget, gak ada emosi kaya anak SMK lagi disuru baca," komentar akun @sa****ah.

"Udah tahu gak masuk akal 3 bulan selesai, masih digarap aja. Mending bikin film yang bagusan dikit, gak harus dipaksain sekarang tapi kan bisa tahun depan. Pembelaan aja lah ini," koemntar akun @je****01.

Banyak pula warganet yang masih mempertanyakan dan meragukan soal anggaran film tersebut karena dinilai tak masuk akal.

Baca Juga: Pecahkan Rekor 10 Juta Penonton! Jumbo Picu Perdebatan Usai Dianggap Gak Layak Jadi Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa, Kok Bisa?

"Katanya dibuat sepenuh hati, tapi asetnya hasil beli dari website (gak kreatif). Mana ada bikin film animasi modal sejuta? terus anggaran miliaran pada ke mana?" komentar akun @ka***so.

"Budgetnya yakin cuma sejuta? aset buat bikin film nyolong berarti? wkwk," sindir akun @sa****on.

Mengutip dari situs Motionville, biaya membuat animasi sederhana setidaknya membutuhkan biaya hingga USD300 atau sekitar Rp4,8 juta tiap detiknya.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X