Billy juga menyayangkan bahwa dirinya justru ikut terseret hujatan publik, padahal tidak terlibat dalam pengelolaan anggaran.
“Masalah ini yang ikutan dihujat tuh kita yang gak tau apa-apa juga guys. Aku sebagai voice actornya yang gak tau apa-apa, yang gak tau budgetnya tuh segitu, tiba-tiba aku jadi jelek juga image-nya kayak gitu kan. Kalian pasti heran kan dengan anggaran yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk buat film tersebut. Apalagi aku, aku heran banget guys. Kartun setidak worth it itu, makan uang sebanyak itu,” ujarnya.
Klarifikasi tersebut langsung menyedot perhatian netizen, dengan berbagai komentar yang ikut menyoroti isu transparansi hingga kekecewaan publik.
Seorang netizen berkomentar, “Emang gak transparan ya mengenai informasinya, untuk apa nama filmnya dll pokoknya??? Kok sampe voice actornya aja syokk sama berita ini bingung bgt,” tulis akun @yyyvyyy.
Baca Juga: Keisha Alvaro Unggah Foto dengan Helm Putih, Jadi Sorotan dan Singgung Film Terbarunya
“Hiding information guysss, aku tau karakternya tuh pas proses rekaman udah berlangsung, selebihnya cuma dikasih skrip untuk rekaman,” jelas Billie dengan akunnya @@panggilajabillie_.
Netizen lainnya juga menanyakan lebih jauh tentang perasaan Billy saat menerima job tersebut.
“Berarti dengan km jd voice actor, ngga ada konfirmasi mengenai hal lanjutannya kak? Maksudku, sblm itu kakak gada perasaan lain kah…” tulis @fathyarhmdni.
Billy pun menjawab, “Ga ada weeyy, aku gass ngengg aja semua job libas and then dari kejadian ini aku belajar banyak hal :).”
Kontroversi ini memperlihatkan bagaimana proyek-proyek yang bersinggungan dengan dana publik seringkali mendapat sorotan tajam.
Di tengah isu korupsi dan pengelolaan anggaran yang kerap menjadi sorotan masyarakat, kasus film animasi ini menambah daftar panjang pertanyaan publik soal transparansi penggunaan dana pemerintah.
Dilansir SketsaNusantara.id dari unggahan akun TikTok @panggilajabillie_ serta tanggapan netizen, kasus ini menunjukkan pentingnya keterbukaan informasi agar tidak menimbulkan spekulasi yang merugikan pihak-pihak yang sebenarnya tidak terlibat langsung.***
Artikel Terkait
Syifa Hadju Ungkap Rasakan Hal Ini saat Nonton El Rumi Tanding Tinju, Aktris Film Kisah untuk Geri: Beda Rasanya...
Hanung Bramantyo Geram atas Penayangan Film ‘One For All’: Kok Bisa Tayang di Tengah 200 Film Indonesia yang Lagi Antre Tayang? Wamen Ekraf Bersuara
Dituding Terima Dana Rp6,7 M, Produser Film Animasi Merah Putih One For All Buka Suara, Toto Soegriwo: Fitnah Keji
Terkuak! Bintang Takari Blak-Blakan Ungkap Anggaran Pembuatan Film Animasi 'Merah Putih: One For All', Bantah Dapat Bantuan Dana dari Pemerintah
5 Fakta Mengejutkan 'Merah Putih: One for All', Film Animasi Karya Anak Bangsa Tuai Kritik: Dibuat dalam Waktu Singkat, Budget Cuma 1 Juta?
Mendadak Aktor! Pulang dari Brazil, Agam Rinjani Bocorkan Judul Film yang Akan Ia Perankan, Pengambilan Gambar hingga Amazon
Bukan Merah Putih One for All, Produksi Film Negara Garap Film Animasi Canggih Berteknologi XR dengan Karakter Unik