SketsaNusantara.id - Film animasi Merah Putih One For All tengah menuai sorotan publik setelah pernyataan voice actor Billy Valentino atau dikenal dengan akun TikTok @panggilajabillie_ viral di media sosial.
Ia membongkar bahwa sejak awal dirinya tidak mendapatkan informasi jelas terkait proyek film tersebut.
Lewat video klarifikasinya, Billy Valentino mengungkapkan rasa kaget ketika mengetahui namanya turut disebut dalam sejumlah pemberitaan mengenai film tersebut.
Baca Juga: Mahasiswa FIB Unej Gelar Nonton Bersama Lyora, Film Tentang Perjuangan Ibu Menanti Buah Hati
Ia menegaskan bahwa keterlibatannya hanya sebatas sebagai pengisi suara, tanpa mengetahui detail lebih jauh mengenai proyek.
“Halo guys, aku Billy Valentino. Kalian semua pasti udah pada tau kan, kartun animasi yang bakalan launching di bulan Agustus ini, launching di tanggal 14 Agustus. Nah, salah satu karakter animasi di film tersebut, itu voice actornya adalah aku. Jadi disini aku mau klarifikasi ya. Jujur aku bener-bener shock banget sama berita-berita yang beredar di FYP aku belakangan ini,” ujar Billy Valentino.
Lebih lanjut ia menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak tahu menahu soal anggaran fantastis yang disebut-sebut digunakan.
“Sebenernya gini, jadi aku dan temenku yang kasih informasi tentang job tersebut, kita tuh gak tau menau guys tentang kasus 6,7 miliar ini tuh larinya kemana. Karena kita cuma kayak dikasih job sebagai voice actor. Jadi kita cuma ngisi suara tersebut dan dibayar per jam. Per jamnya, njir. Lo bayangin, kita seprofesional itu dibayarnya per jam doang, ngadi-ngadi dia tuh,” tambahnya.
Billy mengaku awalnya mengira proyek tersebut adalah kartun animasi anak-anak yang akan tayang di televisi lokal. Namun, kenyataannya film justru ditayangkan di bioskop dan bersaing dengan film internasional.
“Aku mikirnya kayak kartun animasi anak-anak, mungkin kayak Adit Sopo Jarwo atau Upin Ipin. Ternyata, wah, ditayanginnya di bioskop cuy, ngadi-ngadi kan. Dan bersaing dengan Demon Slayer, ngadi-ngadi banget,” ungkap Billy.
Yang membuatnya makin terkejut adalah kualitas film yang dinilai tidak sebanding dengan anggaran yang disebutkan.
“Wah, kalian bayangin guys, 6,7 miliar untuk film yang gak se-worth it itu. Wah, jelek banget. Nama gue jadi ikutan jelek guys, mana disitu tersulis aku sebagai karakter desainer coy. Padahal yang sebenarnya itu aku cuma sebagai voice actornya doang. Dan bayarnya pun gak sesuai kalau menurutku ya,” jelasnya.
Artikel Terkait
Syifa Hadju Ungkap Rasakan Hal Ini saat Nonton El Rumi Tanding Tinju, Aktris Film Kisah untuk Geri: Beda Rasanya...
Hanung Bramantyo Geram atas Penayangan Film ‘One For All’: Kok Bisa Tayang di Tengah 200 Film Indonesia yang Lagi Antre Tayang? Wamen Ekraf Bersuara
Dituding Terima Dana Rp6,7 M, Produser Film Animasi Merah Putih One For All Buka Suara, Toto Soegriwo: Fitnah Keji
Terkuak! Bintang Takari Blak-Blakan Ungkap Anggaran Pembuatan Film Animasi 'Merah Putih: One For All', Bantah Dapat Bantuan Dana dari Pemerintah
5 Fakta Mengejutkan 'Merah Putih: One for All', Film Animasi Karya Anak Bangsa Tuai Kritik: Dibuat dalam Waktu Singkat, Budget Cuma 1 Juta?
Mendadak Aktor! Pulang dari Brazil, Agam Rinjani Bocorkan Judul Film yang Akan Ia Perankan, Pengambilan Gambar hingga Amazon
Bukan Merah Putih One for All, Produksi Film Negara Garap Film Animasi Canggih Berteknologi XR dengan Karakter Unik