SketsaNusantara.id - Sutradara Hanung Bramantyo turut komentari besaran anggaran film animasi "Merah Putih One For All" yang ramai menjadi sorotan.
Beredar informasi bahwa biaya produksi film animasi "Merah Putih One For All" menghabiskan Rp6,2 miliar.
Banyak netizen yang merasa anggaran tersebut tidak sebanding dengan hasil garapannya.
Namun berbeda dengan Hanung Bramantyo. Suami Zaskia Adya Mecca ini justru menilai anggaran tersebut tidak cukup untuk memproduksi film animasi dengan kualitas standar bioskop.
"Animasi untuk sekelas layar lebar, 6 M nggak cukup, men," katanya, dikutip dari kanal Youtube Kasisolusi.
Menurutnya, proses produksi film animasi yang layak tayang di bioskop membutuhkan waktu dan sumber daya yang sangat besar.
Bahkan kata Hanung, untuk membuat satu film animasi yang layak tayang di bioskop, membutuhkan waktu bertahun-tahun.
"Membuat sebuah film animasi yang standar itu 3 sampai 4, bahkan 5 tahun," jelasnya.
Hanung lantas menjelaskan tahap-tahap dalam penggarapan film animasi.
Mulai dari penulisan naskah skenario, pembuatan aset karakter, hingga proses rendering yang memakan waktu lama dan biaya tinggi.
Hanung juga mengatakan bahwa ada perbedaan dalam memproduksi film yang tayang di platform digital dan bioskop.
Artikel Terkait
Ikut Studi Banding ke Eropa Bareng Pejabat, Hanung Bramantyo Dukung Kemenag Pangkas Anggaran Perjalanan Dinas, Kenapa?
Langsung ke Vatikan Usai Ibadah Umrah, Ternyata Begini Silsilah Keluarga Hanung Bramantyo yang Dulunya Sempat Ditutupi
Hanung Bramantyo Dipuji karena Toleransinya Berkunjung ke Vatikan, Ternyata Ini Hukumnya Saat Berkunjung ke Tempat Ibadah Agama Lain dalam Islam
Kutip Penggalan Ayat Al Quran, Film Terbaru Hanung Bramantyo 'La Tahzan' Tuai Protes Keras! Gus Hilmi Firdausi: Tidak Pantas
Hanung Bramantyo Geram atas Penayangan Film ‘One For All’: Kok Bisa Tayang di Tengah 200 Film Indonesia yang Lagi Antre Tayang? Wamen Ekraf Bersuara