SketsaNusantara.id - Warga Jember dibuat resah dengan modus penipuan baru berkedok pembagian sembako murah. Korban yang tergiur diminta menyerahkan data pribadi seperti KTP hingga nomor telepon.
Belakangan terungkap, data pribadi tersebut disalahgunakan untuk mendaftarkan akun Dana Premium yang memiliki fitur Dana PayLater dan bisa dipakai untuk meminjam uang secara legal.
Kasus ini viral di media sosial dan mencuri perhatian publik dan ramai jadi perbincangan di media sosial. Seperti apa detail modusnya?
Dilansir SketsaNusantara.id dari akun Instagram @aslijembermat, seorang warga mengaku tergiur dengan promo tebus minyak goreng murah.
Warga dapat memperoleh minyak goreng dengan harga Rp10.000 dengan syarat menyerahkan KTP (Kartu Tanda Penduduk). Anehnya, korban juga difoto satu per satu untuk dilakukan verifikasi wajah.
Peristiwa ini terjadi pada hari Minggu, 13 Juli 2025. Korban yang merupakan warga Kedung Langkap, Kecamatan Kencong, Jember, menyebut sekumpulan orang yang melakukan aksi ini adalah oknum dari Genta Pangan.
Baca Juga: Waspada! Marak Penipuan Lowongan Kerja di Facebook, Polresta Tangerang Ungkap Modus Baru
"Izin curhat, data KTP kami disalahgunakan oleh pihak tak bertanggungjawab. Awalnya saya diajak ngantri tebus murah minyak goreng, syaratnya pakai KTP," ungkap salah satu warganet yang diunggah di akun Instagram @aslijembermat pada hari Selasa, 15 Juli 2025.
"Tapi anehnya waktu beli minyak, orang-orang ini meminta foto untuk verifikasi wajah. Saya curiga, pas ditanya, katanya dia bukan penipu dari Genta Pangan," imbuhnya.
Korban yang merasa janggal mempertanyakan soal program Genta Pangan, namun respon oknum petugas terkesan menghindar yang makin menimbulkan kecuriagaan adanya dugaan penipuan.
Dugaan ini menguat ketika korban mencari tahu informasi mengenai Genta Pangan dan ternyata menemukan beberapa kasus terkait panyalahgunaan data pribadi.
"Singkat cerita, setelah saya pulang dan cari tahu tentang Genta Pangan, apa memang ada program tebus murah sembako pakai KTP dan verifikasi wajah," sambung korban.