Sabtu, 18 Juli 2026

Jangan Tertipu! Inilah 5 Cara Mudah Kenali Ciri-Ciri Beras Oplosan hingga Tips Pilih Beras Berkualitas, Nomor 4 Jarang Diketahui

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Selasa, 15 Juli 2025 | 12:30 WIB
Ilustrasi - Memilih beras kualitas bagus di tengah maraknya peredaran beras oplosan di pasaran (Unsplash/Nathan Cima)
Ilustrasi - Memilih beras kualitas bagus di tengah maraknya peredaran beras oplosan di pasaran (Unsplash/Nathan Cima)

SketsaNusantara.id - Beras menjadi kebutuhan pokok bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Namun, akhir-akhir ini marak peredaran beras oplosan yang menimbulkan kekhawatiran publik.

Kementerian Pertanian beserta Satgas Pangan Polri, belum lama ini memeriksa 212 merek beras yang dianggap tidak memenuhi standar mutu dan takaran.

Hal ini dianggap merugikan masyarakat, bukan hanya secara finansial, tetapi juga berdampak pada kesehatan tubuh jika dikonsumsi.

Lantas, apa itu beras oplosan dan bagaimana ciri-cirinya? Apa saja dampak beras oplosan bagi kesehatan dan bagaimana memilih beras dengan kualitas bagus?

Baca Juga: Terbongkar! Inilah 10 Perusahaan yang Diduga Jual Beras Oplosan, Dianggap Curang Menyalahi Aturan Mutu dan Takaran yang Merugikan Konsumen

Dilasir SketsaNusantara.id dari situs resmi Kementerian Pertanian, pemerintah telah menetapkan standar mutu beras yang diatur dalam SNI 6128:2020.

Beras yang memenuhi standar mutu, memiliki kadar air maksimal 14%, terbebas dari benda asing seperti gabah atau pasir dan juga harus bebas dari bahan kimia berbahaya.

Beras oplosan yang belakangan ini marak beredar di pasaran adalah beras yang sengaja dimanipulasi untuk menipu konsumen.

Perusahaan yang tidak jujur biasanya mengoplos beras dengan mencampur beras berkualitas rendah dengan beras premium, memalsukan label kemasan (beras biasa dilabeli premium), hingga mengurangi takaran berat.

Baca Juga: Bansos Beras Juli 2025 Disalurkan, Mentan Ingatkan soal Kecurangan SPHP yang Bisa Gagalkan Tujuan Program

Misalnya, kemasan beras yang diklaim berisi 5 kg ternyata hanya berisi beras dengan berat bersih 4,5 kg. Hal ini tentu merugikan konsumen hingga puluhan ribu rupiah.

Selain itu, beras biasa sering diberi label sebagai beras premium atau medium untuk menaikkan harga jual.

Konsumen membayar dengan selisih harga mencapai Rp 3.000-5.000 per kg, alih-alih mendapat beras kualitas premiun, namun nyatanya beras dalam kemasan ternyata kualitas rendah.

Mirisnya, Kementerian Pertanian dan Satgas Pangan menemukan beras oplosan yang dikeluarkan beberapa perusahaan besar, seperti Wilmar Group (merek Sania, Sovia, Fortune) hingga PT Food Station Tjipinang Jaya, yang selama ini produknya dikenal bagus oleh masyarakat.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Kementerian Pertahanan RI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X