SketsaNusantara.id - Lebih dari satu bulan, Badrus Sholeh, siswa kelas 11 SMK Perikanan dan Kelautan Puger, Jember, hilang secara misterius di perairan Masalembu, Sumenep, Madura.
Waktu terus berjalan, tapi bagi orang tuanya, Nur Hasanah dan Mulyadi, hari-hari dilalui bagaikan 'neraka' tak berujung.
Di tengah ketidakpastian dan kecemasan yang tak kunjung reda, keduanya masih terus bertanya, "di mana anak kami?".
Badrus Sholeh dikabarkan menghilang sejak hari Sabtu, 17 Mei 2025. Pelajar berusia 17 tahun itu diketahui tengah menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di PT Pancuran Samudra Nusantara.
Sebelum menghilang, Badrus terakhir kali terlihat bersama sejumlah siswa magang lainnya di atas kapal motor yang berlayar dari Pelabuhan Juwana, Kota Pati, Jawa Tengah.
Namun pada 18 Mei 2025 sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, Badrus dinyatakan hilang dan tak ditemukan di kamar maupun seluruh bagian kapal.
Dugaan awal menyebut Badrus terjatuh ke laut, tapi tidak ada saksi mata yang menyaksikan langsung kejadian tersebut. Tidak ada jejak, dan tak ada yang tahu pasti ke mana Badrus menghilang.
Pihak sekolah menyatakan bahwa mereka telah melaporkan kasus ini ke pihak berwajib. Kasus ini pun telah ditangani Polresta Pati dan berkoordinasi dengan pihak perusahaan serta pihak terkait untuk melakukan pencarian.
Namun hingga berita ini ditulis, hasil pencarian nihil. Tidak ada perkembangan signifikan yang bisa memberi titik terang bagi keluarga.
Kejanggalan mulai terasa. Nur Hasanah, ibu Badrus, menyampaikan kecurigaannya bahwa sang anak sempat mengalami perundungan selama PKL.
"Anak saya sempat cerita katanya takut dan nggak nyaman karena di-bully teman-temannya. Saya cuma bisa bilang ke anak saya supaya lapor ke penjaga kapal kalo benar dia di-bully temannya," ucap Nur Hasanah, ibunda Badrus dikutip SketsaNusantara.id dari video yang diunggah akun Instagram @aslijembermat.