Tyo, Agam Rinjani dan 2 orang lainnya melakukan flying camp untuk menjaga korban sambil menunggu tim lainnya untuk mengangkat jenazah Juliana Marins ke atas.
Video ini pun langsung menyita perhatian netizen yang membanjiri kolom komentar dengan beragam pesan.
“Padahal perjuangan teman2 untuk mengevakuasi tidak muda, tapi malah orang2 kita sendiri sok bijak dengan menyalahkan kata2 lambat dan bawa2 drone kenapa gak bawa makan minum,” komentar salah seorang netizen.
Hal senada juga disampaikan oleh pengguna Instagram lainnya yang meminta publik untuk berhenti menyalahkan Tim SAR.
“Saya turut berduka cita, saya mohon stop menyalahkan tim SAR, mereka sudah berusaha yang terbaik bahkan nyawa jadi taruhannya hargailah usaha mereka, jaga jari-jari kalian untuk tidak menghujat ‘tim penyelamat bergerak lambat’,” tulis akun lainnya.
Sebelumnya, proses evakuasi pendaki asal Brasil yang terjatuh pada 21 Juni 2025 lalu ini sempat menyita perhatian publik.
Banyak netizen Brasil maupun Indonesia yang mengkritisi proses evakuasi yang dilakukan Tim SAR Basarnas.
Mulai dari penggunaan drone, helikopter hingga dituding lambat dalam mengevakuasi korban hingga akhirnya meninggal dunia.
Hal ini membuat pencarian Tim SAR di media sosial khususnya X trending sejak Rabu, 25 Juni 2025.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!