SketsaNusantara.id - Saat upaya penyelamatan Juliana Marins, gadis 27 tahun asal Brasil yang jatuh ke jurang di Gunung Rinjani, tim SAR menyebutkan bahwa mereka berkejaran dengan Golden Times 72 jam.
Untuk itu tim penyelamat gabungan dari Basarnas, kepolisian dan TNI Lombok NTB dikerahkan untuk melakukan percepatan pengamanan sebelum kondisinya memburuk secara drastis akibat paparan lingkungan dan cedera.
Namun sayangnya karena terkendala banyak faktor, mulai cuaca ekstrim dan kedalaman 600 meter yang sulit dijangkau secara manual maka butuh waktu 4 hari bagi tim penyelamat untuk menjangkau langsung korban, Juliana Marins.
Sehingga saat salah satu tim penyelamat bisa menjangkaunya, Juliana ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Menurut laman medicine.com yang dilansir SketsaNusantara.id, istilah Golden Time atau golden hour 72 jam dalam konteks evakuasi korban seperti Juliana Marins di Gunung Rinjani, mengacu pada periode kritis 72 jam pertama setelah suatu insiden terjadi.
Dimana peluang korban untuk bertahan hidup dalam periode 72 jam jika berhasil di evakuasi dan diselamatkan maka kemungkinan peluang hidupnya masih relatif tinggi.
Konsep Golden Hour atau Golden Period yang disebut sebagai jam emas merupakan istilah yang lebih umum dalam dunia medis dan penyelamatan merujuk pada waktu krusial segera setelah cedera traumatis terjadi.
Cedera traumatis biasanya terjadi dalam 60 menit pertama, dimana intervensi medis yang cepat dan tepat dapat secara signifikan dapat meningkatkan peluang kelangsungan hidup.
Dalam konteks bencana atau insiden di alam terbuka yang lebih kompleks, seperti jatuh di gunung, konsep ini diperluas menjadi "Golden Period" atau dalam kasus Juliana ini, "Golden Time 72 jam."
Berdasarkan data dan pengalaman tim SAR, tingkat kelangsungan hidup korban di alam terbuka, dalam hal ini di gunung, tanpa makanan dan air akan menurun drastis setelah 72 jam.