Kamis, 4 Juni 2026

Mengenal Golden Times 72 Jam, Merujuk Peluang Hidup Krusial dalam Kasus Meninggalnya Juliana Marins di Gunung Rinjani

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Rabu, 25 Juni 2025 | 16:00 WIB
Tim evakuasi yang berkejaran dengan golden time 72 jam Juliana Marins  (Instagram @btn_gn_rinjani)
Tim evakuasi yang berkejaran dengan golden time 72 jam Juliana Marins (Instagram @btn_gn_rinjani)

Pada kecelakaan di di gunung dibagi beberapa periode waktu dan resikonya pada korban, yakni:

1. Dalam 24 jam pertama: Tingkat kelangsungan hidup bisa mencapai 90%.

 2. Antara 25-48 jam: Tingkat kelangsungan hidup berkisar 50-60%.

Baca Juga: Kronologi Evakuasi Juliana Marins, Pendaki Brasil yang Jatuh di Gunung Rinjani, Basarnas Sempat Tunda Proses Penyelamatan

3. Antara 49-72 jam: Tingkat kelangsungan hidup turun menjadi 20-30%.

4. Setelah 72 jam: Tingkat kelangsungan hidup bisa sangat rendah, bahkan di bawah 5-10%.

Dalam kasus Juliana Marins yang berhasil dilakukan evakuasi, secara hitungan waktu sudah melewati golden hour 72 jam dan ia berhasil di evakuasi dalam keadaan sudah tak bernyawa.

Sementara itu, keterlambatan tim SAR untuk menjangkau langsung Juliana di ke dalaman 600 meter sekitar Segara Anak disebabkan banyak faktor, diantaranya sulitnya medan hingga cuaca yang tak mendukung.

Ketika Gubernur NTB mendorong percepatan evakuasi dengan helikopter dan menyebut "Golden Time 72 jam", itu berarti ada kesadaran mendalam bahwa setiap menit sangat berharga untuk meningkatkan peluang Juliana ditemukan dalam keadaan selamat.

Sayangnya, meskipun upaya maksimal telah dilakukan, Juliana Marins akhirnya ditemukan meninggal dunia.

Juliana Marins sebagai korban, faktor seperti suhu ekstrem, kurangnya makanan dan air, serta potensi cedera internal yang parah, membuat setiap jam sangat berharga. Sayangnya, meskipun upaya maksimal telah dilakukan, Juliana Marins akhirnya ditemukan meninggal dunia.***

 Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: laman medicine.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X