news

Duduk Perkara Konflik Lahan Taman Nasional Tesso Nilo, Kepala BTNTN Sampai Kena Ancaman Pembunuhan hingga Kendaraan Petugas Dibakar, Ada Apa?

Sabtu, 21 Juni 2025 | 11:30 WIB
Momen warga menolak relokasi dan melontarkan ancaman di tengah konflik lahan Taman Nasional Tesso Nilo. Kawasan hutan lindung dijadikan kebun sawit ilegal, hingga ganggu habitat satwa (Instagram/btn_tessonilo)

Penyusutan lahan ini memicu konflik gajah-manusia, karena habitat satwa semakin terbatas. Akibatnya, banyak peristiwa gajah-gajah masuk pemukiman dan ladang warga, bahkan ada yang menelan korban jiwa.

Kejadian ini memicu protes warga yang tinggal di kawasan hutan. Padahal, petugas sudah memberikan peringatan untuk tidak merebut kawasan hutan yang menjadi rumah bagi satwa lindung termasuk gajah yang tinggal di kawasan TNTN.

Baca Juga: Sepakati MOU Energi Hijau, Pemerintah Indonesia-Singapura Siap Bangun Kawasan Industri Berkelanjutan di Kepulauan Riau

"Bayangin luas kawasan TNTN awalnya 83 ribu hektar, sisa 12,5 ribu hektar aja, sisanya pemukiman, kebun sawit ilegal. Jangan salahin kalo ada konflik gajah-manusia karena habitatnya makin kecil," tulis akun X @intinyadeh yang menyoroti konflik di Tesso Nilo dalam cuitannya yang diunggah hari Kamis, 19 Juni 2025.

Balai TNTN, yang bertugas melindungi kawasan ini, mengeluarkan surat edaran tegas melarang penerbitan Surat Keputusan Tanah (SKT) di kawasan konservasi.

Kebijakan ini memicu penolakan dari sebagian warga, yang menganggapnya membatasi akses lahan untuk kebutuhan hidup atau ekonomi. Ketegangan meningkat saat sosialisasi kebijakan, di mana petugas sering diintimidasi, dihadang, bahkan mendapat kekerasan fisik.

Baca Juga: Darurat di Pulau Enggano: Transportasi Laut Terputus, Warga Enggano Bengkulu 4 Bulan Terisolasi dan Hadapi Krisis Ekonomi Anjlok

"Petugas BTNTN keluarin surat edaran, menyatakan tegas gak boleh nerbitin SKT dalam kawasan konservasi. Warga banyak yang gak setuju," imbuh akun X @intinyadeh.

"Saat sosialisasi, Balai TNTN sering diintimidasi, dihadang, dilawan, dan dapat kekerasan fisik. Kantor dirusak, motor petugas dibakar,.bahkan Kepala Balai Taman Nasioanl Tesso Nilo dapat ancaman pembunuhan," tandasnya.

Warganet juga ikut mengecam tindakan warga yang menolak untuk direlokasi, padahal itu demi kebaikan bersama. BTNTN tak henti-henti memberikan peringatan, namun mendapat respon tidak menyenangkan.

Dalam postingan Instagram resmi @btn_tessonilo, tampak 4 motor hingga 1 mobil yang biasa digunakan petugas untuk patroli dibakar sebagai bentuk penolakan warga.

Baca Juga: Geger Dua Pulau di Kabupaten Anambas Dijual di Situs Private Island Kanada, Netizen: Kalau Nggak Ditambang ya Dijual!

Petugas terus melakukan penertiban dibantu Kementerian Kehutanan (Kemenhut) yang mengambil tindakan tegas dan tidak membiarkan segala bentuk aktivitas ilegal di kawasan TNTN, di Kabupaten Pelalawan, Riau.

"Tindakan-tindakan tegas akan terus diambil untuk memulihkan, melindungi, dan mengelola Taman Nasional Tesso Nilo," kata Direktur Konservasi Kawasan Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kemenhut Sapto Aji Prabowo dalam pernyataannya pada hari Rabu, 18 Juni 2025.

Terkait masalah ini, Gubernur Riau, Abdul Wahid, juga telah meminta warga untuk melakukan relokasi dan diberikan waktu 3 bulan untuk pindah.

Halaman:

Tags

Terkini