SketsaNusantara.id - Cho Yong Gi dan 13 massa yang ditetapkan sebagai tersangka dalam aksi unjuk rasa Hari Buruh 1 Mei 2025 akan melaporkan balik oknum kepolisian yang diduga melakukan tindak kekerasan dan pecelahan saat melakukan pemeriksaan di Mabes Polri pada awal Juni 2025 lalu.
Hal ini disampaikan akun X @barengwarga dalam cuitannya pada tanggal 15 Juni 2025.
Senin, 16 Juni 2025 kawan-kawan kita yang jadi korban kekerasan dan kriminalisasi polisi di Aksi Mayday 2025 akan melaporkan balik kekerasan dan pelecehan yang dilakukan polisi di Mabes Polri,” cuit akun tersebut.
Ke-14 orang yang beberapa di antaranya merupakan tim medis saat aksi unjuk rasa 1 Mei 2025 lalu ini akan mendatangi Mabes Polri pada Senin siang pukul 13.00 WIB.
Dengan hastag #WargaMelawanBalik, akun itu mengundang media hingga warga sipil untuk hadir dan memberikan dukungan moral terhadap ke-14 orang tersebut.
“Kami mengundang segenap warga sipil untuk hadir dan ikut menggugat negara serta memberikan dukungan moral kepada 14 warga sipil yang dikriminalisasi,”.
Hal serupa juga disampaikan Cho Yong Gi lewat akun X pribadinya @ChoYongGii.
“Bagi kawan-kawan yang luang dan berkenan bisa hadir bersama kami melaporkan balik kekerasan May Day di Mabes Polri dekat Blok M. Ayo Warga, Lawan Balik,” cuit mahasiswa UI yang juga akrab disapa Kevin ini.
Sebelumnya, ke-14 massa dan tim medis dalam aksi demo Hari Buruh 1 Mei 2025 ini ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya dan diperiksa pada Selasa, 3 Juni 2025 lalu.
Pihak kepolisian mengatakan, Cho Yong Gi dan rekan-rekannya tidak segera membubarkan diri meski telah diperintahkan hingga 3 kali oleh aparat yang ada di lapangan saat demo May Day 1 Mei 2025.
Cho Yong Gi sendiri merupakan tim petugas medis yang memakai atribut lengkap saat aksi massa di depan Gedung DPR RI tersebut.