news

Cerita Agus Sakti, Pemilik Smallframe Jember yang Sukses Ekspor Komponen Vespa ke Luar Negeri Berkat Riset dan Digital Marketing

Jumat, 13 Juni 2025 | 18:00 WIB
Foto Agus Sakti saat didatangi ke kediamannya (SketsaNusantara.id/ Gita Pamuji)
 
SketsaNusantara.id- Suara dengung mesin Vespa klasik memecah keheningan sore di sebuah gang sempit Jalan Halmahera, Jember.
 
Di balik pintu kayu sederhana bertuliskan ‘BukanBengkel’, tersimpan cerita luar biasa tentang bagaimana sebuah mimpi lokal berhasil menembus tiga benua.

Agus Sakti, pria berusia 35 tahun dengan latar belakang akademis yang unik, S1 Psikologi, S2 Pemasaran, dan kini sedang menempuh program doktor pemasaran di Universitas Jember, tidak pernah menyangka bahwa hobi lamanya terhadap Vespa klasik akan membawanya ke panggung internasional.
 
Baca Juga: Pejalan Kaki Tewas Ditabrak Truk di Depan Masjid Roudhotul Muttaqin Jember, Ini Kronologi Lengkapnya

"Dulu saya hanya ingin punya Vespa yang bagus untuk sendiri, tapi ternyata, dari mencari-cari komponen yang bagus, kami malah jadi bikin produk sendiri," kata Sakti sembari memperlihatkan koleksi CDI di basecamp-nya, Jum’at 13 Juni 2025.

Dari Hobi Menjadi Industri

Untuk diketahui, perjalanan smallframejember dimulai dari frustasi sederhana. Sebagai pecinta Vespa klasik, Sakti kerap kesulitan mendapatkan komponen pengapian berkualitas yang cocok untuk mesin-mesin tua namun bertenaga.

CDI (Capacitor Discharge Ignition) yang tersedia di pasaran seringkali tidak konsisten performanya atau harganya terlalu mahal.
 
Baca Juga: Kuliner Baru di Jember! Pisang Goreng Disulap Jadi Sate Bakar Manis Kekinian di Mr SaPi Jember, Cita Rasa Baru yang Wajib Dicoba

"Awalnya kami riset sendiri, kemudian memberanikan berkolaborasi dg Lab Elektro di Singosari, Malang, menggunakan komponen dari Jepang, dari Eropa. Test RPM rendah sampai tinggi. Sampai ketemu formula yang pas," ujarnya.

Hasilnya adalah dua produk unggulan: CDI Sonic seharga Rp 250.000 untuk seri Vespa Exclusive, Excel, Spartan, hingga PX Sport; dan CDI Joker seharga Rp 200.000 untuk Vespa Super, Sprint, PTS, dan VBB.
 
Keduanya dirancang khusus untuk menggantikan sistem pengapian platina konvensional dengan teknologi yang lebih andal.
 
Baca Juga: Tragedi Pembacokan di Umbulsari Jember, Pelaku Tewas Kena Tembak Tinggalkan Anak dan Istri yang Hamil 7 Bulan

Dari Jember Hingga Tiga Benua

Yang membuat kisah ini istimewa bukan hanya soal produk, tetapi jangkauan pasarnya. Hingga Mei 2025, lebih dari 800 unit CDI telah terjual, tidak hanya ke seluruh Indonesia (dari Aceh hingga Papua), tetapi juga ke Mesir (April 2024) dan Brazil (Maret 2025).

"Yang bikin bangga, nama 'Jember' tetap kami pertahankan di brand. Jadi ketika barang sampai di tangan collector Vespa di Rio de Janeiro atau Kairo, mereka tahu ini produk dari Jember," paparnya.

Kesuksesan ini tidak berhenti di CDI. Mei 2025 menjadi bulan yang sibuk bagi tim smallframejember.
 
 
Mereka meluncurkan spul pengapian hasil riset menggunakan kawat lilitan Helenic dari Jerman, dijual seharga Rp 200.000.

Tak lama kemudian, knalpot khusus Vespa Smallframe seharga Rp 1.700.000 dirilis secara soft launching dan dalam seminggu, 16 unit langsung ludes terjual melalui Marketplace.
 
Saat ini, Sakti tengah menyiapkan satu buah knalpot untuk dikirimkan ke Malaysia. 
 
Baca Juga: Kasus Pembacokan Dilimpahkan ke Polres Jember, Satreskrim Komitmen Akan Tetap Lanjutkan Penyelidikan

Strategi Digital dari Gang Sempit Menuju Dunia Luas

Keberhasilan smallframejember tidak lepas dari strategi pemasaran digital yang cerdas. Ini melibatkan kemampuan Sakti saat menekuni dunia Digital Marketing.
 
Berbekal pengalaman untuk produksi dan branding, Sakti mengelola distribusi secara digital melalui berbagai platform media sosial.

"Kami sadar, dari gang sempit ini, satu-satunya cara menjangkau dunia ya lewat digital, tapi kuncinya bukan cuma jualan online. Produk harus benar-benar bagus, ada risetnya, ada ceritanya" jelasnya.

Filosofi inilah yang membedakan smallframejember dari kompetitor lain. Setiap produk melalui proses riset panjang, pengujian lapangan yang ketat, dan story telling yang kuat tentang passion terhadap dunia Vespa klasik.

Tantangan dan Harapan

Kendati telah berhasil meraih kesuksesan, perjalanan smallframejember tidak selalu mulus. Sakti menyebut tantangan terbesar adalah masalah legalitas dan perlindungan desain, terutama untuk produk knalpot yang sering ditiru oleh brand lain.

"Bentuk knalpot Vespa itu iconic, tapi sering disalahgunakan. Kami butuh perlindungan paten dan desain yang lebih kuat. Pendampingan dari pemerintah daerah dan kampus sangat kami harapkan" terangnya.

Jember: Kota Sejuta Potensi

Kisah smallframejember menjadi bukti bahwa Jember tidak hanya dikenal sebagai kota yang berpotensi di kopi dan tembakau saja. Melainkan ada kombinasi antara semangat lokal, dukungan intelektual kampus, dan gairah kreatif komunitas menciptakan ekosistem yang subur untuk industri kreatif.

"Jember itu unik. Ada kampus, ada komunitas kreatif, ada semangat anak muda yang tidak mau kalah. Tinggal bagaimana kita bisa saling mendukung," tandasnya.***
 
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini

Tags

Terkini