Kamis, 4 Juni 2026

Pria di Jember Bacok Keluarga dan Tetangga hingga Tewaskan 2 Orang, Ternyata Ini Motifnya

Photo Author
Gita Pamuji, Sketsa Nusantara
- Kamis, 12 Juni 2025 | 16:58 WIB
Polisi saat melakukan olah TKP (Dok. Polres Umbulsari )
Polisi saat melakukan olah TKP (Dok. Polres Umbulsari )

SketsaNusantara.id- Warga Dusun Sumberejo, Desa/Kecamatan Umbulsari, Jember, Imam Nurhakiki (27) melakukan pembacokan terhadap 4 orang hingga dua diantaranya tewas.

Diketahui, orang yang pertama kali dibacok oleh Hakiki adalah Amanu (57). Setelah itu dia membacok ayahnya, Imam Syafi’i (52), Sanimin (65) yang merupakan pamannya dan Farida istrinya sendiri. Lalu apa motifnya?

Menurut Kepala Dusun Sumberejo, Basori Hidayat, Hakiki merupakan pesuruh Amanu dalam urusan pertanian. Hakiki mengajak temannya untuk bekerja bersamanya.

Baca Juga: Bupati Jember Gus Fawait Segera Rotasi Pejabat Eselon II, Anggota Komisi A DPRD: Jangan Sampai Ada Titipan atau Transaksional

Teman kerja Hakiki kemudian meminta tolong untuk memintaka upahnya terhadap Amanu.

“Hakiki itu pesuruhnya pak Amanu. Hakiki itu sering disuruh-suruh misal seperti panen jeruk intinya diurusan pertanian,” katanya, Kamis 12 Juni 2025.

“Hakiki itu kan bawa temannya untuk kerja. Temannya kemudian minta tolong ke Hakiki untuk memintakan upahnya ke pak Amanu,” tambahnya.

Baca Juga: DPC PKB Jember Minta Pergeseran Eselon II Sesuai Kapasitas, Ayub: Harus Mampu Menerjemahkan Program Prioritas

Sebagai bentuk rasa tanggung jawab, Hakiki pun datang ke rumah pak Amanu untuk meminta upah temannya. Saat bertemu dengan Amanu, Basori menduga ada pernyataan yang menyinggung perasaan Hakiki.

“Akhirnya Hakiki datang ke rumah pak Amanu. Mungkin ada kata-kata yang ga enak dari pak Amanu terhadap Hakiki,” ujarnya.

Kata Basori, Hakiki pulang kerumahnya tanpa membawa upah untuk temannya dari Amanu. Beberapa jam kemudian, Hakiki datang lagi kerumah Amanu dengan membawa parang.

Baca Juga: Pemkab Jember Rencanakan Pengangkatan Pejabat Eselon II, Fraksi NasDem DPRD: Jangan Pilih Atas Dasar Like and Dislike

“Hakiki kemudian pulang. Setelah pulang dari rumah pak Amanu, selang beberapa jam, Hakiki kembali dengan membawa senjata tajam dan membacok Amanu hingga tewas,” paparnya.

Saat ditanya mengenai apakah pelaku itu temperamental, Basori menjawab bahwa Hakiki memanglah sangat pendiam. Pihaknya juga menduga bahwa Hakiki orang yang temperamental.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X