"Saat saya di-bully, dipersekusi, dilaporkan dst. Beliau lantang membela saya. Beliau hanya takut pada Allah," kata UAS.
"Hari ini Allah buktikan batinnya. Beliau wafat hari Jumat, saat jadi Khotib sholat Jumat, di hari mulia 10 Zulhijjah," sambungnya.
"Beliau wafat di bulan mulia. Allah beri beliau kemuliaan. Selamat jalan Ustadz Yahya Waloni," pungkasnya.
Postingan UAS ini dibanjiri komentar netizen. Tak sedikit warganet yang mengaku "iri" dengan Ustadz Yahya Waloni yang berpulang dalam keadaan mulia.
"Dari semua ustad yang meninggal, beliau dapat hari yang paling indah dijemput dengan meninggalkan senyum. Manusia mana yang tidak iri dengan cara kepergiannya yang indah di hari yang mulia," komentar akun @rajagambak.
"Meninggal saat khutbah kedua shalat jum'at. Semoga husnul khatimah, itu cita-cita beliau meninggal saat berceramah, menyampaikan ayat Allah, menyeru pada taudi dan dalam keadaan suci insyaAllah karena berwudhu," imbuh akun @reza_mtr8.
Baca Juga: Ustadz Ammi Jelaskan Hukum Sholat Jumat saat Idul Adha: Siapa Wajib, Siapa Dapat Keringanan?
"Tepat 10 Dzulhijjah saat idul adha, di hari Jum'at yg mulia, Sungguh cara dipanggil Allah yg membuat kita semua iri. Al Fatihah, Ustadz Yahya Waloni pernah datang ke mesjid dekat rumah dan beliau orang yang berani, penuh semangat dalam berdakwah," imbuh akun @anita_mutia.
Sebagai informasi, Ustad Yahya Waloni sebelumnya adalah pendeta penganut agama Kristem yang pernah menempuh pendidikan doktor dari Institut Theologia Oikumene Imanuel Manado.
Yahya Waloni dikenal sebagai penceramah dan mengklaim dirinya mantan pendeta yang akhirnya mengucap syahadat bersama sang istri dan menjadi mualaf sejak tahun 2006.
Baca Juga: Amalan Dzikir Dahsyat untuk Sembuhkan Penyakit dan Ketenangan Jiwa dari Ustadz Adi Hidayat
Ustadz Yahya Waloni aktif dalam menyampaikan ceramah yang kerap viral diunggah di media sosial. Gaya dakwahnya yang blak-blakan dan sering menyoroti isu-isu pemerintahan, membuatnya disegani banyak orang.
Sebelum meninggal, Yahya Waloni bahkan masih dalam keadaan sehat walafiat dan pagi harinya sempat menyampaikan khutbah sholat Idul Adha di masjid pusat Kota Makassar.
Ustadz Yahya meninggalkan seorang istri dan 3 orang anak. Sang istri menyebut Ustaz Yahya Waloni memang mempunyai riwayat penyakit jantung.