news

Fakta-Fakta Proyek Tambang Nikel di Raja Ampat, Jejak Panjang Sejak Era Soeharto Hingga Kontroversi Era Prabowo

Kamis, 5 Juni 2025 | 19:30 WIB
Keindahan Raja Ampat yang harus lestari tanpa dirusak tambang nikel (TikTok @Dunia Sandiwara )

SketsaNusantara.id - Protes proyek tambang nikel di Raja Ampat kembali mencuat dengan sangat intens dalam beberapa hari terakhir, khususnya sekitar awal Juni 2025.

Puncaknya terjadi pada 4 Juni 2025, ketika aktivis Greenpeace dan warga Raja Ampat melakukan aksi protes di sebuah konferensi "Indonesia Critical Minerals" dan diseret keluar dari lokasi acara.

Insiden ini kemudian menjadi viral di media sosial dan memicu perhatian luas meski sebelumnya, sudah ada protes yang dilakukan oleh masyarakat lokal dan aktivis lingkungan, seperti pada 9 Mei 2025 saat peringatan HUT ke-22 Kabupaten Raja Ampat. 

Baca Juga: Tambang Nikel di Raja Ampat Menuai Banyak Protes, Akun X Ini Beberkan Apa Saja Kerugian Indonesia Jika Proyek Ini Terealisasi

Namun, peristiwa pada awal Juni ini yang membuat isu ini kembali menjadi sorotan utama dan mendapat respons dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan anggota DPR.

Saat ini, pemerintah melalui Kementerian ESDM dan KLH telah menyatakan akan mengevaluasi dan bahkan menghentikan sementara operasi tambang nikel di Raja Ampat, seperti yang disampaikan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pada 5 Juni 2025.

Sementara itu, kawasan Raja Ampat, Papua Barat selama ini dikenal dunia sebagai "surga bawah laut" dengan keanekaragaman hayati laut yang tak tertandingi.

Baca Juga: Konferensi Mineral Nasional Dikepung Protes, Warga Raja Ampat dan Aktivis Greenpeace Peringatkan Bahaya Tambang Nikel

Namun, di balik keindahannya, tersimpan kisah panjang mengenai aktivitas pertambangan nikel yang bisa jadi tak banyak diketahui oleh banyak orang.

Inilah beberapa fakta tentang tambang nikel di Raja Ampat, dilansir SketsaNusantara.id dari akun tiktok @Andrea Yudias.

Proyek tambang nikel di Raja Ampat rupanya merupakan sebuah proyek yang memiliki akar sejarah yang membentang jauh ke belakang, bahkan sejak era pemerintahan Presiden Soeharto.

Baca Juga: Konferensi Nikel Internasional Ricuh, Aktivis Greenpeace Diseret Saat Serukan Penolakan Tambang di Raja Ampat

Sementara itu kontroversi seputar tambang nikel di Raja Ampat bukanlah hal baru, melainkan puncak dari perjalanan panjang konsesi dan eksploitasi yang kini menuai protes keras dari berbagai pihak.

Meskipun detail spesifik mengenai pemberian izin tambang nikel di Raja Ampat pada masa Soeharto tidak selalu terekspos secara luas ke publik, namun kebijakan investasi di sektor pertambangan pada era Orde Baru memang sangat terbuka bagi investor asing maupun domestik dan disebutkan bahwa pada saat itulah kontrak tambang dimulai.

Halaman:

Tags

Terkini