Namun meski demikian, salah satu permasalahan kronis yang melanda wilayah Raja Ampat adalah tumpang tindih perizinan tambang dengan status kawasan konservasi atau wilayah adat.
Banyak izin pertambangan, termasuk nikel, yang mungkin telah dikeluarkan pada masa lalu, kini berbenturan dengan upaya konservasi yang gencar dilakukan di Raja Ampat pasca-Soeharto dan hal ini menjadi akar konflik yang terus terjadi hingga era Prabowo Subianto saat ini.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
'Silat Lidah' Sandra Dewi Vs Hakim Pengadilan Tipikor, Ngeyel Suaminya Pengusaha Tambang Batu Bara Bukan Timah
Jawaban Bahlil saat Sidang Doktoral soal Kerusakan Lingkungan akibat Tambang di Morowali Dinilai Kurang Berbobot, UI Jadi Bahan Gunjingan Netizen
Gus Fawait Kritisi Pengelolaan Tambang Galian C di Jember, PAD Minim dan Kemiskinan Melonjak
Polisi Tembak Polisi di Sumatera Barat, Benarkah Pelaku Merupakan Bekingan Tambang Liar?
Aksi Pekerja Tambang Suapi Monyet Tanpa Kedua Tangan Tuai Empati! Salfok Komentar Netizen Bikin Ngakak: Ini Kembaran Agus?
Inilah Jatah Tambang Muhammadiyah dan NU, Ada 6 Wilayah yang Disiapkan untuk Ormas Keagamaan
Tak Hanya NU dan Muhammadiyah, Kampus pun Diusulkan Dapat Jatah Izin Tambang, DPR: Perguruan Tinggi itu Butuh Biaya...