Kamis, 4 Juni 2026

Fakta-Fakta Proyek Tambang Nikel di Raja Ampat, Jejak Panjang Sejak Era Soeharto Hingga Kontroversi Era Prabowo

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Kamis, 5 Juni 2025 | 19:30 WIB
Keindahan Raja Ampat yang harus lestari tanpa dirusak tambang  nikel (TikTok @Dunia Sandiwara )
Keindahan Raja Ampat yang harus lestari tanpa dirusak tambang nikel (TikTok @Dunia Sandiwara )

Saat itu banyak konsesi pertambangan skala besar, termasuk untuk nikel, diberikan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Papua, pada periode tersebut. 

Baca Juga: Ekosistem Raja Ampat Terancam Tambang Nikel, Susi Pudjiastuti Desak Pemerintah Bertindak Cepat

Sehingga wilayah Papua, dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, memang menjadi target eksplorasi mineral sejak lama.

Pada era Soeharto dikenal dengan pembangunan yang sangat berorientasi pada eksploitasi sumber daya alam, termasuk mineral dan hutan, untuk menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Kebijakan ini seringkali dinilai mengabaikan dampak lingkungan dan hak-hak masyarakat adat, namun tetap saja Raja Ampat yang kaya akan nikel tentu menjadi target strategis dalam kerangka kebijakan tersebut.

Baca Juga: Jejak Kerajaan Sadeng di Jember, Lumbung Pangan Majapahit yang Hilang Ditelan Tambang dan Menyisakan Kisah Mistis!

Pada era Presiden Gus Dur, operasi tambang nikel di Raja Ampat ini sempat tertunda sebab ada lokasi yang dijadikan hutan lindung.

Titik balik tambang nikel di Raja Ampat ini terjadi pada era Presiden Megawati Soekarnoputri, dimana pada era itu keluar satu keputusan  diperbolehkannya ada perubahan pertambangan di hutan lindung Raja Ampat.

Dari rangkaian di atas bisa dilihat bahwa pertambangan nikel di Raja Ampat ini merupakan warisan panjang dari pemerintah-pemerintah sebelumnya.

Baca Juga: Cuma Pakai Tali Tambang! Aksi Gotong Royong Warga Kampung Nawit Setu Bekasi Berhasil Tarik Mobil yang Hanyut Terseret Arus Banjir, Tuai Pujian

Saat pemerintahan Prabowo Subianto yang dinilai kuat menata ulang industri tambang di Indonesia membuat aktivis-aktivis lingkungan harus bersuara.

Sebab pemerintah Indonesia sendiri saat ini sangat mendorong hilirisasi nikel, sebagai bagian dari industrialisasi dan pengembangan industri nikel nasional, dengan tujuan meningkatkan nilai tambah produk nikel untuk kebutuhan industri termasuk baterai kendaraan listrik.

Para aktivis lingkungan berharap protes mereka akan didengarkan pemerintah dan Prabowo Subianto khususnya agar mau memutus warisan panjang tambang nikel di Raja Ampat yang memiliki potensi merusak alam Papua, Indonesia.

Baca Juga: Firdaus Oiwobo Sesumbar Pamer Miliki Banyak Bisnis Tambang, Hotman Paris Berikan Respon Menohok...

Meski jika pada akhirnya tambang nikel di Raja Ampat bisa dihentikan maka akan ada resiko PHK massal lagi, sebab industri nikel Raja Ampat sudah menyerap banyak tenaga kerja dan mampu membantu perekonomian disana.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: TikTok @Andreas Yudias

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X