Kondisinya cukup memprihatinkan, selain berdarah, beberapa di antaranya juga mengalami sobek di bagian bibir.
Di saat Cho Yong Gi dan tim medis sedang menawarkan bantuan, tiba-tiba terdengar teriakan.
“Salah satu orang itu teriak, kamu ngapain di sini, terus dia dorong, jatuh,” terangnya.
Setelah melihat ada kamera aksi gopro terpasang di tubuh anggota tim medis, muncul suara lain yang memprovokasi.
“Ini yang lempar-lempar,” imbuh Cho Yong Gi. Setelah itu ia dan rekan medis di tempat kejadian langsung ditangkap.
“Langsung ditangkap, ditarik, dibanting ke bawah,” ungkap Cho Yong Gi lagi.
Ia bahkan mengalami kekerasan fisik seperti dipiting hingga diinjak pada bagian leher juga pemukulan.
“Abis itu jadi dipukulim membabi buta, nggak tahu siapa yang mukul, nggak tahu dari mana,” jelasnya lagi.
Di tengah aksi pemukukan tersebut, muncul sosok bernama Ka Oji yang disebut-sebut mencoba menjadi ‘tameng’.
“Terus ada Ka Oji, dia datang, dia masuk nutupin pasang badan untuk stopin pemukulan itu,”.
Setelah aksi kekerasan tersebut berhenti, ia dan tim medis lainnya juga digeledah.
Barang-barang pribadi seperti kaos, air minum dan peralatan medis ikut disita.
Tak lama kemudian, muncul mobil tahanan. Mereka pun dipaksa naik untuk selanjutnya dibawa ke Polda Metro Jaya untuk diperiksa.***