SketsaNusantara.id - Sound Horeg kembali menuai kontroversi di Kabupaten Jember, Jawa Timur karena dianggap mengganggu mobilitas warga desa.
Beberapa warganet belum lama ini meluapkan kekesalannya pada event hiburan yang sampai menutup jalan di Desa Jatimulyo, Kecamatan Jenggawah, Jember.
Dalam postingan yang diunggah di akun Facebook Info Warga Jember (IWJ), warga protes karena terpaksa membayar karcis atau tiket masuk.
Baca Juga: Gegara Berisik! Polisi Jember Tertibkan Parade Sound Horeg yang Meresahkan Warga
Banyak warga kesal karena dipaksa membayar karcis Rp10 ribu untuk bisa masuk melewati jalan, padahal mereka gak ikut nonton atau menikmati acara hiburan dan berniat pulang ke rumah masing-masing.
"Gara-Gara Sound Horeg para pengendara dibuat muter-muter cari jalan lain, kalo mau lewat jalan bayar karcis dulu padahal gak ikut nonton," tulis salah satu warganet bernama Muchsin Nawa dikutip SketsaNusantara.id dari postingan di grup Facebook Info Warga Jember.
"Aku cuma lewat mau jenguk ke rumah nenekku, sama panitia disuruh harus bayar karcis, padahal aku cuma numpang lewat jalan aja," imbuhnya sambil membeberkan foto karcis senilai Rp 10 ribu yang terpaksa dibayarnya.
Banyak warganet yang menyayangkan event hiburan seperti ini sampai menutup jalan bahkan mengganggu mobilitas warga.
Apalagi event sound horeg juga mengganggu ketertiban dan ikut merusak rumah warga sekitar karena getaran dari suara musik yang terlalu keras.
"Acara tersebut bukan gratis, mungkin sudah izin tapi kalo sampai blokade jalan, yang terpenting harus ada solusi jalan alternatif buat pengendara lain," komentar pemilik akun Facebook Zainal Atimpas.
Sejumlah warganet juga mengeluhkan harus meempuh perjalanan lebih jauh agar bisa sampai ke tujuan karena jalanan ditutup akibat event sound horeg.
"Saya orang Jatirejo bahkan saya kenal Kasun (kepala dusun), semalam saya mau ke rumah pasien saya di timurnya Pasar Leok juga disuruh bayar, padahal saya gak nonton, sampe harus muter jauh," komentar akun Facebook Kasih.