news

5 Fakta Pemusnahan Amunisi Tak Layak Pakai di Garut Sebabkan 13 Orang Meninggal Dunia: Warga Sipil Ikut Jadi Korban, Ini Penyebabnya

Selasa, 13 Mei 2025 | 06:55 WIB
Ilustrasi Pemusnahan Amunisi tak layak pakai oleh TNI AD di Garut yang menyebabkan 13 orang meninggal dunia termasuk 4 TNI AD dan 9 warga sipil (tniad.mil.id)

4. Penyebab Ledakan

Penyebab pasti ledakan masih dalam tahap penyelidikan oleh TNI AD. Berdasarkan keterangan resmi, ledakan terjadi saat personel sedang menyiapkan detonator di sumur ketiga.

Diduga, detonator atau amunisi yang belum stabil memicu ledakan tiba-tiba. Ledakan susulan diperparah oleh keberadaan bahan peledak aktif yang tidak terdeteksi setelah ledakan awal.

Jenis amunisi yang dimusnahkan termasuk granat dan mortir kedaluwarsa, yang memiliki potensi bahaya tinggi jika tidak ditangani dengan hati-hati.

TNI juga tengah mengevaluasi apakah ada kelalaian prosedur atau faktor lain yang menyebabkan ledakan ini terjadi.

Baca Juga: Waspada Untuk Orang Tua! Ledakan Mercon Rakitan di Bogor Akibatkan Bocah Meninggal Dunia, Tubuh Alami Luka Bakar 90 Persen

5. 13 Orang Jadi Korban: 4 TNI AD dan 9 Warga Sipil

Tragedi ini merenggut 13 nyawa, terdiri dari 4 anggota TNI dan 9 warga sipil. Berdasarkan keterangan resmi yang diunggah akun Instagram @tni_angkatan_darat, 4 orang TNI yang tewas yakni, Kolonel Cpl Antonius Hermawan, Mayor Cpl Anda Rohanda, Kopda Afrio Setiawan dan Kopda Eri Priambodo

Sementara itu, 9 warga sipil yang berhasil diidetifikasi, diketahui bernama Rustiawan, Endang, Agus Bin Kasmin, Ipan Bin Obur, Anwar Bin Inon, Iyus Ibing Bin Inon, Iyus Rizal Bin Saepuloh, Toto dan Dadang.

Keseluruhan korban meninggal dunia akibat ledakan susulan yang terjadi secara tiba-tiba, terlebih saat warga sipil ikut mendekat ke lokasi saat ledakan terjadi.

Seluruh korban meninggal dunia langsung dievakuasi ke RSUD Pamengpeuk, Garut, untuk proses identifikasi, autopsi, hingga pemulasaran jenazah.

Dalam video amatir rekaman warganet yang beredar di media sosial, terlihat proses evakuasi dilakukan aparat TNI dan Polri dengan iring-iringan ambulans yang membwa jenazah korban.

Pihak berwenang juga mengamankan lokasi kejadian untuk mencegah ledakan lanjutan dan memastikan area steril.

Meskipun dilakukan sesuai SOP, insiden ini menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap prosedur keamanan, termasuk pengawasan ketat terhadap warga sipil serta kesadaran masyarakat agar kejadian serupa tak terulang lagi di kemudian hari.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini 

Halaman:

Tags

Terkini