news

5 Fakta Pemusnahan Amunisi Tak Layak Pakai di Garut Sebabkan 13 Orang Meninggal Dunia: Warga Sipil Ikut Jadi Korban, Ini Penyebabnya

Selasa, 13 Mei 2025 | 06:55 WIB
Ilustrasi Pemusnahan Amunisi tak layak pakai oleh TNI AD di Garut yang menyebabkan 13 orang meninggal dunia termasuk 4 TNI AD dan 9 warga sipil (tniad.mil.id)

Ledakan kedua ini dipicu oleh bahan peledak aktif yang belum terdetonasi, yang kemudian menewaskan sejumlah orang termasuk 2 perwira TNI yang berada di sekitar lokasi.

Baca Juga: Ledakan Bubuk Petasan Rusak Rumah di Jember, Satu Penghuni Rumah Terluka

2. Proses Pemusnahan di Lahan BKSDA Sesuai SOP

Kegiatan pemusnahan amunisi dilakukan di lahan milik BKSDA Garut, yang selama ini rutin digunakan untuk kegiatan serupa sejak tahun 2000.

Lokasi ini dipilih karena berada jauh dari permukiman warga, sehingga dianggap aman untuk aktivitas peledakan.

Menurut Wahyu Yudhayana, sebelum kegiatan dimulai, pemeriksaan menyeluruh terhadap personel dan lokasi telah dilakukan, dan dinyatakan aman.

Proses pemusnahan dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), dengan sumur-sumur peledakan yang telah disiapkan.

Namun, ledakan tak terhindarkan terjadi saat pemusnahan detonator di sumur ketiga yang memicu ledakan susulan hingga menelan korban jiwa.

Baca Juga: Tragedi Kebakaran Air Busan Ramai Jadi Sorotan, Pengamat Aviasi Beri Saran Ini untuk Menghindari Terjadinya Ledakan Powerbank dalam Pesawat

3. Keberadaan Warga di Lokasi Pemusnahan

Salah satu yang ramai jadi sorotan dalam peristiwa ini adalah banyaknya warga sipil yang ikut jadi korban.

Banyak warganet mempertanyakan kenapa ada warga sipil di sekitar lokasi pemusnahan amunisi padahal area tersebut sangat berbahaya.

Menurut laporan Unit Inteldim 0611/Garut, setelah terjadi ledakan awal ternyata ada sejumlah warga yang mendekati area peledakan untuk memungut sisa-sisa logam, seperti kuningan atau piston bekas amunisi, yang dianggap memiliki nilai jual.

Baca Juga: 5 Fakta Ledakan Cybertruck Tesla di Depan Trump Hotel Las Vegas: Kronologi, Penyebab dan Hasil investigasi hingga Dugaan Terorisme

Kebiasaan ini ternyata berisiko tinggi, karena masih ada bahan peledak aktif yang belum terdetonasi. Ketika warga berada di dekat lokasi, tak diduga ledakan susulan terjadi sehingga menyebabkan 9 warga sipil ikut jadi korban.

Halaman:

Tags

Terkini