Di Amerika sendiri, World Network mendapat pengawasan ketat karena mengumpulkan data pribadi penggunanya.
Selain itu, platform ini juga memperkenalkan perangkat pemindai retina mata.
Untuk memperoleh World ID sebagai bagian dari Worldcoin, pengguna harus mendaftar terlebih dahulu dengan melakukan scan retina mata.
Setelah melalui pemindaian tersebut, platform akan memastikan bahwa penggunanya manusia sungguhan.
Untuk menarik pelanggan, World ID menawarkan token mata uang kripto kepada pelanggan yang mendaftar di negara tertentu.
Di beberapa negara, scan retina untuk mendaftar juga menimbulkan pro dan kontra terkait masalah keamanan data pribadi.
Hal tersebut membuat beberapa negara mengeluarkan larangan sementara platform seperti di Spanyol dan Portugal.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!