Kamis, 4 Juni 2026

Apa itu Worldcoin? Layanan Digital yang Banyak Dibicarakan hingga Izinnya Dibekukan Komdigi

Photo Author
Fita Tristiani, Sketsa Nusantara
- Kamis, 8 Mei 2025 | 10:39 WIB
Ilustrasi. Mengenal Worldcoin sebagai token mata uang kripto. (Pexels.com/ Marta Branco)
Ilustrasi. Mengenal Worldcoin sebagai token mata uang kripto. (Pexels.com/ Marta Branco)

 

SketsaNusantara.id - Beberapa hari terakhir masyarakat Indonesia dihebohkan oleh pemberitaan terkait Worldcoin.

Salah satu platform digital ini dikabarkan menjanjikan sejumlah uang kepada masyarakat sebagai imbalan melakukan scan retina.

Hal ini memicu berbagai reaksi, termasuk masalah keamanan data. Seperti yang diketahui, retina mata menjadi bagian tubuh manusia yang memiliki data biometrik.

Baca Juga: Ramai Masyarakat Lakukan Scan Retina dengan Imbalan Sejumlah Uang, KOMDIGI Bekukan Izin Worldcoin dan WorldiD

Ketakutan akan penyalahgunaan data tersebut memunculkan sejumlah pro kontra hingga Kementerian Komunikasi dan Digital membekukan izin Worldcoin.

Namun, apa itu Worldcoin yang sebenarnya?

Dilansir SketsaNusantara.id dari World.org sebagai situs resmi Worldcoin. Worldcoin merupakan token mata uang kripto yang didistribusikan secara global dengan tata kelola dari World Network.

Baca Juga: Baru 4 Bulan Berjalan Program Makan Bergizi Gratis Sudah Ditemukan Kisruh Pendanaan, Prabowo: Setiap Sen Uang Rakyat Kita Jaga...

Untuk cara kerjanya sendiri, token ini dapat diklaim secara individu setelah identitasnya terverifikasi.

Metode verifikasinya yaitu melalui scan retina yang membuktikan bahwa pemilik identitas adalah manusia, bukan bot.

Menurut laman resminya, token Worldcoin memiliki kegunaan sebagai mata uang virtual dan dapat berguna di World Chain.

Token kripto ini diciptakan oleh Sam Altman dan Alex Blania. Sam Altman sendiri diketahui sebagai CEO dari OpenAI atau yang lebih dikenal dengan ChatGPT.

Berdasarkan pantauan SketsaNusantara.id dari media Reuters, Sam Altman menawarkan World ID yang digambarkan sebagai paspor digital untuk membuktikan bahwa pemilik token adalah manusia sungguhan bukan chatbot AI.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Reuters

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X