news

Pernah Dibahas Gibran, Anies Baswedan Sebut Bonus Demografi di Indonesia Bisa Beresiko Jadi Beban Tanpa Pendidikan yang Memadai, Ini Solusinya

Jumat, 2 Mei 2025 | 13:35 WIB
Anies Baswedan ikut soroti bonus demografi yang menjadi tantangan bagi Indonesia apalagi jika pemerintah tidak menyediakan sarana pendidikan yang memadai (Instagram/aniesbaswedan)

SketsaNusantara.id - Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati pada Kamis, 2 Mei 2025 menjadi momen refleksi penting bagi semua orang yang menyoroti dunia pendidikan Indonesia.

Di tengah peringatan Hardiknas tahun ini, Anies Baswedan menyoroti tantangan besar yang dihadapi Indonesia.

Salah satunya bonus demografi yang berpotensi menjadi beban jika tidak pendidikan tidak memadai dan sistem tidak dikelola dengan baik.

Mengutip dari situs resmi Kementerian Pertahanan RI, bonus demografi adalah kondisi saat penduduk usia produktif (15–64 tahun) lebih besar dibandingkan usia non-produktif (di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun).

Baca Juga: Apa Itu Bonus Demografi? Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka Sampaikan Bagaimana Jika Separuh Rakyat Indonesia Adalah Anak Muda

Hal ini pernah dibahas Gibran Rakabuming Raka sebelumnya melalui video yang ditayangkan di kanal Youtube Wakil Presiden Indonesia pada 19 April 2025 lalu.

Dalam video tersebut, putra sulung Jokowi itu mengajak seluruh generasi muda untuk berperan ikut berperan menjadi penggerak pembangunan, bukan sekadar "penonton sejarah".

"Dalam banyak hal, kita telah dapat membuktikan bahwa anak muda Indonesia bisa berprestasi dan siap memimpin," kata Gibran.

Fenomena ini menjadi peluang emas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, inovasi, dan pembangunan, karena tenaga kerja yang melimpah dapat menjadi mesin penggerak produktivitas nasional.

Baca Juga: Konsep Video Bonus Demografi Gibran Jiplak? Ferry Irwandi Sindir Lewat Konten Tandingan Lebih Berbobot: Sekarang Coba...

Namun, Anies menegaskan bahwa bonus demografi bisa berubah menjadi "beban" jika penduduk usia produktif tidak memiliki keterampilan dan pendidikan yang memadai.

Melalui akun X miliknya, Anies mencatat bahwa 55% pekerja Indonesia hanya lulusan SMP ke bawah, dan mayoritas bekerja di sektor informal dengan mobilitas sosial yang terbatas.

Tanpa dukungan pemerintah, angka ini dapat memicu pengangguran massal, kemiskinan, dan ketimpangan sosial, mengingat dunia kerja modern menuntut keterampilan yang terus berkembang.

"Kini kita menghadapi bonus demografi. Usia produktif melimpah. Tapi, tanpa kesiapan pendidikan memadai dan pelatihan ulang, peluang ini bisa berubah menjadi beban," tulis Anies pada peringatan Hardiknas dikutip SketsaNusantara.id dari postingan akun X @aniesbaswedan yang diunggah pada hari Jumat, 2 Mei 2025.

Halaman:

Tags

Terkini