Dia menjelaskan, pembeli toko ATK mulai bertambah. Kebanyakan, mereka adalah nasabah BRILink. “Selain menggunakan layanan BRILink, mereka biasanya juga belanja ATK di tempat saya. Mulai dari perlengkapan ATK, foto copy sampai jasa cetak melalui printer,” ungkapnya.
Praktis, ia mulai memenuhi barang dagangan yang belum ada di tokonya. Hal itu berawal dari kebutuhan para nasabah untuk membeli ATK di toko milik Gaguk.
Untuk mengembangkan usaha sebagai agen BRILink, ia juga mengikuti paguyuban agen BRILink. Dikatakan, sejak mengikuti Paguyuban Agen BRILink Andalan Jombang JO51 Bisa, ia bersama anggota paguyuban sering bertukar pengalaman terkait permasalahan yang dihadapi sesama anggota yang menjadi agen BRILink.
“Terutama bila ada kekurangan saldo. Bagi anggota paguyuban yang mengalami kekurangan saldo, bisa pinjam ke uang kas yang dimiliki paguyuban,” terangnya.
Untuk menjadi anggota paguyuban, jelasnya, anggota baru harus membayar uang pendaftaran Rp 100 ribu. Uang tersebut, kata Gaguk dipergunakan sebagai kas paguyuban yang selanjutnya dimanfaatkan bagi anggota yang kekurangan saldo saat pelayanan transaksi keuangan.
Baca Juga: Pertahankan UMKM Olahan Mamin, Suyanto: BRI Langkah Solutif Dukung Kami
Peminjaman uang kas paguyuban tersebut harus kembali dalam waktu 1x24 jam. Terkait besaran yang dipinjam, mulai dari Rp 1 juta dan maksimal Rp 4 juta. Mereka diwajibakn membayar administrasi tergantung nominal yang dipinjam. “Biaya administrasi yang harus dibayar peminjam bervariasi. Kalau Rp 1 juta dikenakan biaya Rp 3 ribu, pinjaman Rp 2 juta biaya administrasinya Rp 6 ribu,” terangnya.
Untuk jumlah pinjaman Rp 3 juta, lanjut Gaguk, peminjam harus membayar biaya administrasi Rp 7 ribu. “Sedangkan pinjaman Rp 4 juta, jumlah administrasi yang harus dibayar peminjam sebanyak Rp 8 ribu,” katanya.
Dari perputaran peminjaman uang kas tersebut, kini paguyuban memiliki kas sebanyak Rp 170 juta. “Itu bersumber dari uang registrasi dan hasil pembayaran administrasi dari peminjam,” jelasnya.
Karena jumlah anggota terus bertambah, uang registrasi yang terkumpul mencapai Rp 170 juta.
“Dulu saat saya mendaftar sebagai anggota paguyuban jumlah anggota masih 20 agen. Kini anggotanya sudah mencapai 300 agen,” ujar dia.
Manfaat adanya pinjaman dari uang kas paguyuban sangat dirasakan para anggotanya. Mereka tidak perlu khawatir kekurangan saldo. “Selain biaya admin sangat sedikit, prosesnya tidak sulit dan tidak lama,” tegas dia.
Seiring berjalannya waktu, kepercayaan masyarakat terhadap agen BRILink milik Gaguk mulai terbangun. Yang semula hanya menikmati layanan transfer dan tarik tunai, kini semua transaksi perbankan dapat dilayani di BRILink yang dikelolanya. “Saya dapat melayani transaksi keuangan semua produk yang ada di BRI,” tandas dia.