Perputaran uang kas paguyuban dalam satu tahun mencapai miliar rupiah. Puncaknya ditahun 2025. Dalam catatan laporan yang ia buat, perputaran uang kas paguyuban antara bulan Februari - Maret mencapai Rp 3,8 miliar. “Itu di luar saldo pribadi milik masing-masing anggota paguyuban,” ucapnya.
Melalui paguyuban tersebut, pihaknya tidak sekedar mencari keuntungan dari agen BRILink. Paguyuban juga punya kegiatan sosial. “Beberapa bencana alam yang melanda di Kabupaten Jombang, kami selalu hadir untuk memberikan bantuan berupa pemberian paket yang dibutuhkan korban bencana,” terang Gaguk.
Tidak hanya itu, paguyuban juga memberikan uang santunan kepada anggota yang mengalami sakit sebanyak Rp 250 ribu. Hal itu juga berlaku bagi keluarga anggota yang masih tercatat dalam KK anggota paguyuban. “Jika ada anggota yang meninggal maupun keluarganya, paguyuban juga memberikan santunan dengan nilai yang sama,” terangnya.
Dalam kesempatan yang sama, Manager Bisnis Mikro BRI Cabang Jombang Hasanudin mengapresiasi adanya paguyuban agen BRI di Jombang. Menurutnya, keberadaan agen BRILink selain mengedukasi kepada masyarakat tentang keuangan, juga membantu kantor-kantor BRI yang ada di setiap kecamatan.
“Melalui layanan yang diberikan agen BRILink, masyarakat sudah tidak perlu melakukan transaksi keuangan ke kantor unit BRI yang ada di setiap kecamatan. Semua layanan keuangan yang ada di BRI bisa dilakukan di Agen BRILink,” pungkas Hasan yang juga menjabat sebagai PPBJ (Petugas Penunjang Bisnis Keagenan).***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Perjalanan Mbak Iim Bangun Toko Perabotan, Dari Jualan Online hingga Sukses dengan Dukungan BRI
Program Klasterku Hidupku, Bentuk Dukungan BRI Terhadap Pelaku Usaha Berbagai Jenis Kategori
BRI Kembali Dipercaya Sediakan Living Cost Haji 2025, Total SAR 152 M Siap Didistribusikan ke 203 Ribu Jemaah di 20 Embarkasi